press enter to search

Minggu, 21/07/2019 11:09 WIB

Ditangkap KPK, Ini Profil Nurdin Basirun Gubernur Kepri dari Nasdem

| Kamis, 11/07/2019 05:38 WIB
Ditangkap KPK, Ini Profil Nurdin Basirun Gubernur Kepri dari Nasdem Nurdin Basirun

JAKARTA (aksi.id) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga uang 6.000 dolar Singapura yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun bukan penerimaan pertama. Tim KPK terus mendalami kasus ini.

"Ada uang yang kami amankan dari operasi hari ini sekitar 6.000 dolar Singapura, diduga ini bukan penerimaan pertama," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

KPK menangkap enam orang termasuk Nurdin dalam operasi senyap tersebut. Para pihak yang diamankan itu selanjutnya dibawa ke Mapolres Tanjungpinang untuk menjalani pemeriksaan. KPK punya waktu 24 jam untuk menentukan status mereka.

Kemungkin pagi ini mereka akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK.

”Apakah akan dibawa enam orang atau sebagian saja dibawa kena proses pemeriksaan sudah selesai besok mungkin akan saya update lagi," ujar Febri.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Nurdin Basirun memiliki harta Rp5 miliar lebih. Tepatnya, Rp5.873.120.516. Mantan Wakil Gubernur Riau ini terakhir kali menyampaikan LHKPN pada 29 Mei 2018.

Bagi masyarakat Kepri, siapa yang tidak kenal dengan Nurdin Basirun? Rekam jejaknya di pemerintahan sangat panjang. Jauh sebelum menjabat gubernur, dia merupakan wakil gubernur. Sebelumnya lagi, Ketua DPW Partai NasDem Kepri ini menjabat Bupati Karimun selama dua periode.

Lahir di Moro, Kabupaten Karimun 7 Juli 1957, Nurdin yang merupakan anak dari pasangan Basirun dan Nuriah menghabiskan masa kecil di kampung halamannya.

Tumbuh bukan dari keluarga mapan membuat Nurdin bekerja keras. Dia kemudian dikenal sebagai seorang pelaut. Ini sesuai pendidikannya yaitu Mualin Pelayaran Terbatas (MPT) dan dilanjutkan dengan Mualin Pelayaran Internasional (MPI).

Aktivitasnya di dunia pelayaran menjadikannya sebagai seorang pengusaha. Tercatat, suami dari Noorlizah ini Direktur Perusahaan Pelayaran Rakyat pada tahun 2000. Dari pekerja swasta, Nurdin menapakan di pemerintahan. Ini terjadi ketika Kabupaten Karimun menggelar pilkada untuk pertama kalinya pada 2001-2005.

Pejabat Bupati Karimun saat itu, M Sani menggandeng Nurdin sebagai pasangannya. Duet ini memenangkan pilkada. Ketika pada 2005 Sani memutuskan untuk bertarung di Pilgub Kepri dan akhirnya terpilih, Nurdin menuju puncak pemerintahan. Bekal ini menjadikannya semakin populer.

Dampaknya, pada Pilkada 2006, Nurdin yang berpasangan dengan Aunur Rafiq memenangkan suara rakyat. Mereka kembali terpilih pada periode kedua yakni 2011-2015.

Seperti mengikuti jejak seniornya, M Sani, dari bupati Nurdin mengincar jabatan lebih tinggi. Dia ikut bertarung di Pilgub Kepri 2015. Uniknya, kali ini Nurdin kembali mendampingi Sani. Mereka pun terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2016-2021.

Nurdin menuju puncak birokrasi Pemprov Kepri ketika Gubernur M Sani meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta, 8 April 2016 sekitar pukul 15.00 WIB.

Sepanjang kariernya memerintah di birokrasi, Nurdin bukan tanpa cacat. Dalam Pilkada Karimun 2001, dia berulangkali digoyang kasus ijazah palsu. Sejumlah elemen rakyat berdemonstrasi mempertanyakan keabsahan ijazah SMA Nurdin. Salah satunya LSM Garda Indonesia. Terpaan ijazah palsu ini kembali mencuat saat dia ikut Pilgub Kepri.

Profil Nurdin Basirun
Lahir: Moro, Kabupaten Karimun, Kepri, 7 Juli 1957
Umur: 62 tahun.
Jabatan: Gubernur Kepri

Pendidikan Formal:
- SD 6 Tanjung Balai (1964-1970).
- SMEP Tanjung Balai (1970-1973).
- MPT Kementerian Perhubungan (1980).
- MPI Kementerian Perhubungan (1988).
- S1 Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru (2002-2005).
- S2 Universitas Dr Soetomo, Surabaya (2005-2006).
- S3 Universitas 17 Agustus, Surabaya (2006-2010).

Pendidikan Informal:
- Lemhannas (2007).
- International Seminary Guangdong University (2011).
- Lemhannas (2012).
- Executive Education Course on Transforming Leaders Harvard University (2013).
- Training Government Chicago University (2013).

Karier:
- Direktur Perusahaan Pelayaran Rakyat (2000).
- Wakil Bupati Karimun (2001-2005).
- Bupati Karimun (2005-2010).
- Bupati Karimun (2010-2015).
- Dosen Tetap Universitas Karimun (2011-2015).
- (12 Februari 2016-25 Mei 2016)
- Gubernur Kepulauan Riau (25 Mei 2016-sekarang).

Berikut deretan harta Nurdin Basirun:

I. DATA HARTA
A. Tanah dan bangunan Rp4.461.428.564.
1. Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/122 m2 di Karimun hasil sendiri Rp200.000.000.
2. Tanah Seluas 4520 m2 di Karimun hasil sendiri Rp253.000.000.
3. Tanah dan Bangunan Seluas 1850 m2/539 m2 di Karimun hasil sendiri Rp1.912.878.564.
4. Tanah Seluas 1290 m2 di Karimun hasil sendiri Rp64.500.000.
5. Tanah Seluas 4152 m2 di Karimun hasil sendiri Rp830.400.000.
6. Tanah Seluas 3356 m2 di Karimun hasil sendiri Rp167.800.000.
7. Tanah Seluas 9637 m2 di Karimun hasil sendiri Rp481.850.000.
8. Tanah Seluas 7332 m2 di Karimun hasil sendiri Rp366.600.000.
9. Tanah Seluas 1686 m2 di Karimun hasil sendiri Rp84.300.000.
10. Tanah Seluas 2002 m2 di Karimun hasil sendiri Rp100.100.000.

B. Alat transportasi dan mesin Rp370.000.000.
1. Mobil Honda CR-V JEEP Tahun 2005 hasil sendiri Rp180.000.000.
2. Mobil Toyota New Camry Tahun 2011 hasil sendiri Rp80.000.000.
3. Mobil Honda CRV Tahun 2012 , hasil sendiri Rp110.000.000.

C. Harta bergerak lainnya Rp460.000.000.
D. Surat berharga Rp. (tidak ada) 
E. kas dan setara kas Rp581.691.952.
F. Harta lainnya Rp (tidak ada)
Sub Total Rp5.873.120.516

III. Utang Rp (tidak ada) 
IV. Total Harta Kekayaan Rp5.873.120.516.

(abi/sumber: inews.id).

Keyword OTT KPK Nasdem