press enter to search

Sabtu, 19/10/2019 22:08 WIB

Rudal S-400 Buatan Rusia Menyasar Pesawat Komando Amerika

Redaksi | Kamis, 11/07/2019 07:02 WIB
Rudal S-400 Buatan Rusia Menyasar Pesawat Komando Amerika Prototipe pesawat airborne warning and control system (AWACS) generasi terbaru Beriev A-100.

JAKARTA (aksi.id)  – Sistem anti-serangan udara S-400 Triumf buatan Rusia menghiasi pemberitaan media global dan lokal di berbagai negara.

Penolakan keras pemerintah Amerika Serikat terhadap rencana sejumlah negara sekutu dan mitra seperti Turki dan India untuk membeli sistem senjata canggih ini menjadi salah satu pemicunya.

Menurut situs National Interest, yang kerap mengulas berbagai isu politik dan militer global, S-400 memiliki kemampuan rudal jarak jauh, yang mampu meluluh-lantakkan sistem pesawat komando terbang milik AS yaitu E-3 Sentry AWACS.

“Kita mungkin mencapai akhir dari kemampuan AWACS, yang di desain sejak 1960,” begitu dilansir situs ini pada 18 Januari 2018.

S-400 disebut memiliki empat tipe rudal yang bisa menyasar target berbeda dengan jarak berbeda. Rudal 40N6E merupakan rudal jarak jauh 400 kilometer.

Lalu ada rudal 48N6, yang memiliki cakupan jarak 250 kilometer. Juga aa rudal 9M96e2 dengan jarak tempuh sekitar 120 kilometer, dan rudal jarak dekat 9m96e, yang memiliki jarak tempuh 40 kilometer.

Selain jaraknya yang beragam, rudal dari S-400 ini juga memiliki kecepatan terbang supercepat yaitu Mach 15 atau 15 kali kecepatan suara atau sekitar 5000 meter per detik.

Ini seperti rudal 9M96E2, yang mampu menghancurkan target pada ketinggian 5 meter dari permukaan tanah hingga melesat ke atas dengan melawan tekanan 20 gravitasi.

“Rudal ini dirancang untuk menjatuhkan pesawat terbang dan rudal yang ditembakkan di udara atau melesat di permukaan tanah dan menetralisir rudal jelajah,” begitu dilansir situs ini.

Kehebatan lainnya dari sistem S-400 adalah radarnya. Sistem ini dipasangi sistem radar yang mampu mengendus pergerakan jet tempur siluman. Dr Calo Kopp, yang merupakan salah satu pakar jet tempur dunia, mengatakan sistem radar S-400 ini mampu mengalahkan fitur siluman dari jet tempur supercanggih seperti F-22 dan F-35, yang merupakan jet tempur andalan militer AS dan NATO.

Ini terjadi karena sistem radar itu mengkombinasikan pita frekuensi sinyal radio berbeda yang melibatkan pita VHF dan L sehingga bisa mendeteksi keberadaan jet tempur siluman di udara.

Desain fitur siluman dari jet tempur ini dibangun berdasarkan deteksi tingkat rendah radar pita X, yang merupakan perangkat paling umum digunakan militer dan sipil.

Jet tempur F-35, misalnya, memiliki perlindungan fitur siluman terutama pada bagian depan pesawat. Artinya, saat pesawat ini terbang berbelok arah, posisinya menjadi rentan terhadap deteksi radar.

Uniknya, salah satu alasan militer Rusia mengembangkan sistem anti-serangan udara ini adalah karena tidak memiliki skuadron besar jet tempur siluman secanggih Barat.

Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat mendeteksi target sejauh 600 km dan radar 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan jangkauan 400 km. topwar.ru

 

"Saat ini, Rusia berhasil membuat terobosan teknologi sistem rudal anti-serangan udara. Teknologi pertahanan Amerika tidak memiliki sistem sepadan untuk menandingi S-400,” begitu dilansir National Interest.

(ny/Sumber: Tempo.co)