press enter to search

Jum'at, 20/09/2019 17:24 WIB

Kapal Tanker Inggris Gagal Dirampas Angkatan Laut Iran

Redaksi | Kamis, 11/07/2019 14:48 WIB
Kapal Tanker Inggris Gagal Dirampas Angkatan Laut Iran

WASHINGTON (Aksi.id) – Kapal-kapal bersenjata Iran berusaha menangkap kapal tanker Inggris di perairan Teluk Persia yang strategis, Rabu (10/7/2019). Namun kapal Iran berhasil diusir oleh fregat Angkatan Laut Kerajaan Inggris tersebut.

15813198-7227557-image-a-36_1562667620947

Dilaporkan CNN, mengutip dua pejabat Amerika Serikat (AS), Iran memerintahkan kapal tanker minyak British Heritage, yang menyeberang ke Selat Hormuz, untuk mengubah arah dan berhenti di perairan terdekat Teheran.

Satu pesawat AS merekam video insiden itu, yang berakhir ketika HMS Montrose -yang mengawal kapal tanker itu- membidik senjatanya di atas kapal dan berhasil memperingatkan kapal Iran untuk mundur.

“Kapal perang Inggris berada kurang dari 5 mil di belakang kapal tanker tetapi segera mencegat kapal-kapal Iran dan mengancam akan melepaskan tembakan. Sebuah pesawat pengintai berawak AS juga ada di atas,” ungkap seorang pejabat senior pertahanan AS, seperti dilaporkan AFP, Kamis (11/7/2019).

images (23)

Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan Inggris tentang “konsekuensi” atas penahanan salah satu kapal tanker minyak negara itu di lepas pantai Gibraltar pada Kamis (4/7/2019). Gibraltar merupakan wilayah Inggris yang berada di ujung selatan Spanyol, pintu masuk menuju Laut Mediterania.

“Saya menunjukkan kepada Inggris bahwa Anda memprakarsai rasa tidak aman (di laut) dan Anda akan memahami konsekuensinya nanti,” kata Rouhani, yang disiarkan oleh TV pemerintah.

Kapal tanker Grace 1 sepanjang 330 meter yang mampu mengangkut dua juta barel minyak, dihentikan pada Kamis oleh polisi dan petugas bea cukai di Gibraltar, dengan bantuan sebuah detasemen Marinir Kerajaan Inggris.

15814840-0-image-a-37_1562667629387

Iran mengutuk penahanan itu sebagai “intersepsi ilegal”. Namun pejabat Gibraltar mengatakan kargo itu diduga dikirim ke Suriah, yang dikenai sanksi Eropa.

Iran membantah tuduhan ini dan menyebut kapal itu menuju lokasi lain.(BeritaTrans.com/adinda)