press enter to search

Minggu, 22/09/2019 00:10 WIB

192 Orang Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK

Redaksi | Kamis, 11/07/2019 15:21 WIB
192 Orang Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK Ketua Pansel KPK, Yenti Ganarsih. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) menyampaikan terdapat 192 nama yang lolos seleksi administrasi. Total yang mendaftarkan diri mengikuti seleksi calon pimpinan KPK periode 2019-2023 itu sebanyak 376 orang.

"Dari 376 orang pendaftar, yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebanyak 192 orang," kata Ketua Pansel KPK, Yenti Ganarsih di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (11/7).

Yenti merinci 192 nama itu terdiri dari 180 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Dia membeberkan profesi 192 nama pendaftar yang lolos seleksi administrasi itu.

Ia menyebut pendaftar berlatar belakang akademisi yang lolos sebanyak 40 orang dari 76 pendaftar. Kemudian pendaftar yang berprofesi advokat atau konsultan hukum yang lolos 39 orang dari 63 pendaftar.

Sementara latar pegawai swasta, BUMD, dan BUMN yang lolos 17 orang dari 40 pendaftar. Jaksa atau hakim yang lolos 18 orang dari 20 pendaftar.

Satu anggota TNI yang mendaftar tidak lolos karena tak memenuhi syarat administrasi. Selanjutnya, kata Yenti, 13 anggota Polri yang mendaftarkan diri lolos semua.

Pendaftar berlatar auditor yang lolos sebanyak sembilan orang dari 11 yang mendaftar. Komisioner atau pegawai KPK yang lolos 13 orang dari 18 orang pendaftar.

Sedangkan, lanjut Yenti, pendaftar berlatar belakang seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiunan, wiraswasta, anggota NGO, dan pejabat negara yang lolos 43 orang dari 134 yang mendaftarkan diri.

"Nama-nama pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan mulai hari ini melalui website Kementerian Sekretariat Negara," tuturnya.

Menurut Yenti, 192 nama yang dinyatakan lolos ini diwajibkan mengikuti seleksi tahap berikutnya yakni uji kompetensi yang meliputi objective test, dan penulisan naskah pada Kamis 18 Juli 2019 di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan. (ds/sumber CNN)