press enter to search

Minggu, 22/09/2019 00:10 WIB

Baik bagi Tubuh, Matcha Bisa Tingkatkan Performa Lari

Dahlia | Kamis, 11/07/2019 23:01 WIB
Baik bagi Tubuh, Matcha Bisa Tingkatkan Performa Lari Foto: istimewa

Bekasi (aksi.id) - Teh hijau tentu sudah akrab di telinga kita. Namun, mungkin belum banyak yang memahami perbedaan teh hijau biasa dengan matcha.

Matcha terbaik berasal dari Jepang, terutama Jepang bagian selatan. Perbedaannya dengan teh hijau lain adalah semak-semak teh (Camellia sinensis) ditutup selama beberapa hari sebelum panen untuk menaungi mereka dari sinar matahari.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kadar klorofil tanaman, yang mengubah warna daun menjadi hijau.

Setelah dipanen, daunnya dijemur agar kering kemudian digiling halus menjadi bubuk. Bubuk halus inilah yang kemudian bisa dikocok dengan air panas atau susu. Proses panjang itulah yang menyebabkan matcha jauh lebih mahal dari teh lainnya.

Matcha mengandung antioksidan tinggi dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Sebuah penelitian di Universitas Colorado menemukan bahwa matcha mengandung sedikitnya tiga kali lebih banyak epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan teh hijau yang khas, daripada teh hijau biasa. 

Hal ini masuk akal, karena teh hijau biasa dibuat dengan cara merendam seluruh atau daun teh dalam air panas. Namun air panas hanya bisa mengekstrak antioksidan dan senyawa bermanfaat lainnya.

Sementara ketika mengonsumsi matcha, seseorang mengonsumsi seluruh daun bubuk, membuat minuman tersebut lebih manjur.


Manfaat matcha bagi pelari

Mengonsumsi kandungan EGCG tinggi memiliki banyak manfaat kesehatan. Seperti penguatan tulang, memaksimalkan fungsi otak, menurunkan tekanan darah, serta memperbaiki angka kolesterol.

Para pelari juga mendapatkan manfaat lebih dari EGCG, terutama untuk meringankan nyeri otot sehingga bisa mempercepat masa pemulihan setelah lari intensif.

Konsumsi EGCG juga bisa melindungi tubuh dari demam dan flu yang bisa mengganggu para atlet dalam menjalani latihan karena mengganggu sistem imunitas.

Namun, sebagian besar penelitian telah dilakukan dengan menggunakan ekstrak EGCG yang menyediakan sejumlah besar senyawa. Tetapi, tidak berarti kamu bisa mendapatkan jumlah itu ketika minum satu atau dua gelas matcha setiap harinya.

Ada manfaat lainnya yang bisa didapatkan. Dalam investigasi di International Journal of Sports Nutrition and Medicine, disebutkan bahwa konsumsi matcha secara harian juga bisa membantu membakar lebih banyak lemak selama berlari.

Itu mungkin disebabkan oleh kombinasi antioksidan katekin dan kafein dalam matcha yang bisa memicu pembakaran lemak.

Namun, lebih banyak riset dibutuhkan sebelum menyimpulkan bahwa matcha bisa bermanfaat untuk menjadi ergogenic acid alias bahan yang dapat meningkatkan performa atlet.

Matcha juga memiliki efek menenangkan sebab kaya akan L-theanine, asam amino yang dipercaya dapat membantu meningkatkan perasaan tenang.

Meskipun matcha dapat mengandung lebih banyak kafein daripada teh hijau biasa, kita kemungkinan besar tidak akan mengalami kecemasan seperti saat mengonsumsi kafein pada kopi karena keseimbangan yang diberikan L-theanine.

Jadi, kita mungkin akan merasakan bagaimana matcha memiliki kecenderungan untuk memiliki efek menenangkan dan menstimulasi semangat pada saat yang sama.

Meski begitu, tidak disarankan untik mengonsumsinya tengah malam, karena matcha mengandung kafein setengah lebih banyak dari kopi, sehingga bisa mengganggu waktu tidur.

Beberapa penelitian terhadulu juga menemukan, bahwa matcha dan komponen di dalamnya memiliki khasiat anti-kanker dan meningkatkan kontrol gula darah.

Meski begitu, penelitian-penelitian tersebut didasari sejarah panjang Matcha di Jepang, pada umumnya penelitian masih sangat muda dan membutuhkan studi manusia secara menyeluruh.

Cara konsumsi matcha

Rasa yang kita dapatkan bergantung pada kualitas bubuk yang digunakan serta asal daerahnya. Ada perbedaan yang cukup jauh antara matcha berkualitas baik dan buruk. Matcha yang kualitasnya buruk cenderung berwarna pucat dan rasanya pahit tidak enak.

Matcha dengan kualitas lebih baik secara alami memiliki rasa yang lebih manis dan lebih segar. Pastikan kamu membeli matcha tersebut dari perusahaan atau tempat yang memiliki standar tinggi dan kontrol kualitas yang terjaga.

Untuk membuat matcha hangat, masukkan bubuk matcha ke dalam mug dan tuangkan 2 hingga 3 ons air suling yang mendidih.

Menggunakan air mendidih akan mengeluarkan rasa pahit. Segera aduk, idealnya dengan pengaduk berbahan bambu, dan tambahkan air tambahan sesuai selera.

Kebiasaan mengonsunsi matcha latte sebetulnya tak menjadi masalah. Namun, ada penelitian yang menunjukkan, bahwa protein susu seperti kasein dan gumpalan lemak susu bisa mengurangi manfaat antioksidan.

Selain itu, berhati-hatilah karena beberapa matcha latte dibuat dengan kandungan mactha yang sangat sedikit dan mengandung gula atau pemanis lainnya yang juga bisa mengurangi manfaat kesehatannya.

Selain itu, tidak ada batasan kreativitas dalam mencampurkan bubuk matcha ke berbagai masakan atau jenis makanan dan minuman.

Simpanlah matcha kelas tinggi yang mahal dan dilabeli "ceremonial grade" untuk momentum-momentum spesial.(lia/sumber:kompas)

Keyword Matcha

Artikel Terkait :

-