press enter to search

Minggu, 20/10/2019 11:29 WIB

Turbulensi Parah Paksa Air Canada Mendarat Darurat, 35 Penumpang Cedera

Redaksi | Jum'at, 12/07/2019 12:02 WIB
Turbulensi Parah Paksa Air Canada Mendarat Darurat, 35 Penumpang Cedera

the-airline-states-that-two-airports-are-currently-affected-by-the-airspace-closures-which-include

 

SYDNEY (Aksi.id) – Penumpang Air Canada ketakutan setelah pesawat yang mereka tumpangi terombang-ambing dan mengalami turbulensi parah dalam perjalanan ke Australia, Kamis (11/7/2019). Insiden ini menyebabkan pesawat terpaksa mendarat darurat.

 

 

Air Canada menyatakan, penerbangan AC33 dari Vancouver menuju Sydney mengalami masalah selama sekitar dua jam di luar wilayah Hawaii dan dialihkan kembali ke Honolulu.

“Boeing 777-200 mendarat normal pada 06.45 (1645 GMT),” kata perusahaan itu dalam dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP, Jumat (12/7/2019).

“Sekitar 35 orang tampaknya mengalami cedera ringan.”

air-canada-flight-turbulence-map

Penumpang bernama Jess Smith mengatakan kepada stasiun televisi lokal KHON bahwa seluruh penumpang syok.

“Kamu semua membentur atap, dan semuanya jatuh., orang-orang mulai beterbangan,” ujar Smith.

“Pesawat tiba-tiba jatuh, dan beberapa orang yang tidak mengenakan sabuk pengaman, Anda melihat mereka naik ke udara dan kepala mereka terbentur, (benturan) itu cukup kuat,” kata seorang penumpang lain, Fais Asad, kepada KHON.

what-is-turbulence-graphic

Seorang juru bicara dari Administrasi Penerbangan Federal yang dikutip oleh penyiar Kanada CBC mengatakan, insiden itu terjadi pada ketinggian 36.000 kaki (10.973 meter), sekitar 600 mil (966 km) sebelah barat daya Honolulu.

Pesawat itu mengangkut 269 penumpang dan 15 kru.

Setelah insiden, pihak Air Canada menyatakan mengatur hotel dan makanan bagi para penumpang di Honolulu dan tetap melanjutkan penerbangan.

Api di kabin Virgin Atlantic

_107764105_virginatlanticflightmaria

Sepekan sebelumnya, pesawat maskapai Virgin Atlantic rute New York, Amerika Serikat, menuju London, Inggris, mendarat darurat di Boston, Kamis (4/7/2019) malam. Penyebabnya api kecil terlihat di kabin first class.

Tidak ada korban dalam insiden ini, sebanyak 257 penumpang dievakuasi keluar pesawat dengan selamat.

Dikutip dari CNN, Jumat (5/7/2019), api kemungkinan berasal dari salah satu bangku penumpang. Ada perangkat kelistrikan di bangku itu yang mengalami korsleting.

Seorang penumpang Cory Tanner (28) mengatakan, bau asap bisa tercium dari kabin first class tak sampai 30 menit setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional John F Kennedy.

Dia menambahkan, pramugari mengumumkan bahwa monitor televisi di bangku penumpang mengalami kebakaran.

Sementara itu, Virgin Atlantic Airways dalam pernyataan membenarkan penerbangan pesawat dialihkan ke Boston. Tapi tak memberikan informasi lebih detail, termasuk bagaimana kebakaran bisa terjadi.

“Kru kabin ini sudah terlatih dengan standar tinggi untuk bertindak cepat menghadapi situasi ini,” kata maskapai.(BeritaTrans.com/adinda)