press enter to search

Senin, 19/08/2019 08:16 WIB

Ini Penyebab Kemenhub Belum Revitalisasi Terminal Bus di Medan

Redaksi | Jum'at, 12/07/2019 13:38 WIB
Ini Penyebab Kemenhub Belum Revitalisasi Terminal Bus di Medan

MEDAN (Aksi.id) – Hampir seluruh terminal angkutan darat di Medan jauh dari kata layak. Kondisinya memprihatinkan.

Kementerian Perhubungan ternyata punya program untuk revitalisasi terminal. Namun Kota Medan tidak masuk dalam daftar. Apa sebabnya?.

Pantas saja, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Seriadi sampai berani menyindir Kota Medan.

1. Ternyata Wali Kota Medan belum mau menyerahkan terminal ke Kemenhub

antarafoto-arus-balik-terminal-tipo-palu-090619-bmz-1-1ebfe11fe89af25be2d4acfd6ad12c7a
foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Budi Setiyadi menyampaikan, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin jadi penyebab terminal di sana tidak masuk dalam program revitalisasi Kemenhub 2020 mendatang.

“Pak Eldin bilang terminalnya tidak diserahkan kepada kita. Jadi Medan mundur dulu,” kata Budi disela acara peluncuran Grab di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Kamis (11/7).

2. Terminal di Medan batal direnovasi seperti bandara

marisa-terminal-kampung-rambutan-10-juni-2019-1-8e7846d675abcb61cc2a4c4a9488db3e
Foto: IDN Times/Marisa Safitri

Pada 2020 mendatang, program revitalisasi terminal dicanangkan Kementerian Perhubungan. Khususnya terminal tipe A.

Tak main-main, anggaran yang bakal digelontorkan sekitar Rp1,2 triliun untuk seluruh Indonesia. Setiap terminal tipe A bakal mendapat dana Rp45 miliar sampai 50 miliar.

“Cuma sayangnya Medan belum. Mana Pak Kadishub Medan. Ada Kadishub Medan? Gak ada perwakilan? Kadishub Sumut?” Kata Budi mencari perwakilan Dishub Medan dan Sumut.

3. Meski tidak diberikan terminal, Kemenhub bakal perbaiki angkutan perkotaan di Medan

demo2-76f71921d224266de8f486da34b9a9a6
Foto:IDN Times / Aan Pranata

Kemenhub tak habis akal untuk memperbaiki angkutan umum. Meski tidak diberikan terminal, Kemenhub bakal memperbaiki kualitas angkutan umum di Medan 2020 mendatang.

“Medan sebagai pilot project 2020 untuk skema by the service. Artinya, kami yang siapkan anggarannya, operatornya dari swasta, Pemda akan membekap kita menggunakan anggaran dari pusat dan memperbaiki transportasi daerah,” ujarnya.

Anggarannya mencapai Rp50 miliar. “Tepuk tangan untuk Medan meskipun terminalnya tidak dikasihkan ke saya. Nanti kita bangun lagi di Medan,” pungkasnya.

(samosir/sumber: idntimes.com/foto utama: medantoday.com/adinda)