press enter to search

Minggu, 25/08/2019 21:12 WIB

Bandara Kertajati Ikuti Jejak Soetta, Bidik 29 Juta Penumpang

Redaksi | Jum'at, 12/07/2019 16:13 WIB
Bandara Kertajati Ikuti Jejak Soetta,  Bidik 29 Juta Penumpang Foto: Bandara Internasional Kertajati (dok BKIP Kemenhub)

Jakarta (aksi.id) Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang lebih dikenal dengan Bandara Kertajati kini sudah mengambil alih sejumlah rute yang sebelumnya melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Djoko Sasono, mencatat sudah ada peningkatan intensitas pergerakan pesawat setelah kebijakan tersebut diterapkan. Ia menyebut, setidaknya pergerakan pesawat saat ini berkisar antara 30-34 penerbangan per hari. 

"Yang mana itu melibatkan hampir 4.000 penumpang. Tentunya itu adalah satu hal yang terus kita kawal sehingga nanti efektivitas daripada Bandara Kertajati semakin meningkat," ungkapnya kepada  CNBC Indonesia, Jumat (12/7/2019)


Di sisi lain, aktivitas di Bandara Internasional Husein Sastranegara masih tetap berjalan seperti biasa. Sejalan dengan itu, tahun ini Kemenhub mematok target khusus untuk Bandara Kertajati. 

"Bandara Kertajati kan bisa untuk 5 juta penumpang per tahun dan kita merencanakan untuk bisa sampai nanti ultimate-nya itu sampai 29 juta penumpang per tahun," katanya. 

Dengan kapasitas itu, melampaui kapasitas Bandara Soekarno-Hatta saat sebelum ada perluasan terminal 3, yang awalnya hanya 22 juta penumpang orang per tahun.

Namun, ia mengakui bahwa tidak mudah menggapai target tersebut. Dengan tegas dikatakan, masih perlu kerja keras bagi semua pihak harapannya target ini bisa dicapai. 

Salah satu upaya yang disiapkan adalah perihal insentif. Apalagi, Bandara Kertajati juga masuk kategori layak membuka rute penerbangan internasional. 


"Secara logika bisnis tentu saja ada proses marketing dan segala macam. Jadi insentif ini menjadi bagian daripada barangkali semacam marketing itu. Tentu ini terbuka ruang yang luas untuk dilakukan upaya seperti itu. Tidak hanya untuk International tapi juga untuk domestik," katanya.

(ny/Sumber: CNBCIndonesia.com)