press enter to search

Sabtu, 24/08/2019 00:37 WIB

Disambut Water Canon, Turkish Airlines Resmi Mendarat di Denpasar

Redaksi | Kamis, 18/07/2019 01:07 WIB
Disambut Water Canon, Turkish Airlines Resmi Mendarat di Denpasar

DENPASAR (aksi.id) – Momen yang dinantikan akhirnya terjadi. Rabu (17/7), penerbangan inaugural Turkish Airlines mendarat mulus di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Tembakan water canon menyambut kehadiran Turkish Airlines. Penerbangan ini sekaligus menandai dibukanya direct flight Denpasar- Istanbul.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, optimis kehadiran Turkish Airlines bisa membantu pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara.

“Yang kita lihat adalah potensi pertumbuhan wisman Eropa. Turkish Airlines akan menjadi partner potensial. Mereka sangat penting buat Eropa. Apalagi yang kita tawarkan adalah Bali, destinasi kelas dunia yang reputasinya sangat dikenal di dunia,” papar Nia, diamini Asdep Pemasaran II Regional IV Kemenpar Agustini Rahayu.

Mengawali flight, Turkish Airlines akan terbang sebanyak 3 kali dalam sepekan sepanjang Juli. Mereka akan terbang setiap hari mulai Agustus. Menunjang kenyamanan, Turkish Airlines menggunakan moda Boeing 787 Dreamliners. Menggunakan nomor Flight TK 066, Turkish Airlines menyediakan 300 kursi. Rinciannya, ada 30 kursi bisnis dan 270 lainnya ekonomi.

Menariknya, Turkish Airlines melakukan inovasi unik di rute ini. Bekerjasama dengan lego movie, Turkish Airlines membuat safety video yang sangat mengibur. Video ini sangat inovatif karena menggunakan Lego dari berbagai franchise block buster terkenal. Seperti Lego Batman maupun Lego Jurassic World. Sehingga, bagi penumpang yang mengetahui film-film tersebut, in-flight safety video ini akan menarik beberapa menit perhatian penumpang.

Disaat bersamaan, video ini juga sangat edukatif dan tidak melewatkan esensi paling utama dari in-flight safety video. Yaitu panduan keamanan selama terbang. Selain itu, tetap melakukan promosi destinasi prioritas Turkish Airlines, termasuk Bali di dalamnya.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Udara Robert Daniel Waloni, menilai hadirnya Turkish Airlines yang menghubungkan Denpasar-Istanbul sangat positif buat pariwisata Indonesia. 

“Yang menjadi sasaran kita bukan hanya pasar Turki. Tapi, jauh lebih luas dari itu. Kita membidik pasar Eropa. Karena Istanbul adalah hub buat banyak negara Eropa. Dan Turkish Airlines memiliki penerbangan ke banyak negara Eropa,” papar Robert Waloni.

Turkish Airlines menerbangi 115 kota di Eropa. Posisinya juga menjadi hub bagi berbagai negara Eropa. Di Jerman saja, Turkish Airlines terbang di 14 Airport utama di negara itu. Pergerakan wisatawan Eropa ke Indonesia sendiri sangat positif. Target kunjungan wisatawan Eropa pada tahun 2018 sebesar 2.090.000 orang. Sementara tahun 2019, diharapkan mampu menyerap sebanyak 2.482.000 wisman, atau naik sebesar 18.7%.

Oleh karena itu, Robert Waloni menilai sambutan yang diberikan untuk Turkish Airlines tidak berlebihan. Penyambutan maskapai ini diwarnai atraksi seni dan budaya khas Bali. Ada juga jamuan makan. Pada flight perdana ini, Turkish Airlines membawa sekitar sekitar 150 penumpang VIP. 

Posisi Bali sendiri cukup strategis untuk mendatangkan wisman. Buktinya, Bandara I Gusti Ngurah Rai mampu menghadirkan wisman hingga 10,09 Juta orang sepanjang 2018. 

Jumlah tersebut naik 430.965 orang dari tahun 2017. Performa kompetitif juga diperlihatkan Bali sepanjang 2019. Dari rentang Januari-Mei, arus wisman di Pulau Dewata mencapai 2,3 Juta. Jumlah itu memiliki slot 36,19% dari skala nasional.

Apresiasi diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menerangkan, aksesibilitas udara sangat penting buat pariwisata.

“Aksesibilitas udara vital. Sebab, mayoritas wisman sangat mengandalkan penerbangan. Sinergi solid untuk mendukung Turkish Airlines sangat bagus. Industri pariwisata semakin positif secara ekonomi,” tutup Arief yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Menpar menambahkan, rute Istambul-Denpasar akan menjadi pasar gemuk. Poros tersebut memiliki potensi bisnis yang besar. Pasar ini akan tumbuh cepat. Sebab, Bali adalah destinasi luar biasa. Menjadi destinasi utama wisatawan dunia. Alam, budaya, dan manmade itu yang terbaik. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya juga sangat bagus.(Alma)