press enter to search

Sabtu, 24/08/2019 01:15 WIB

Amien Rais: Rekonsiliasi Baru Masuk Akal Bila Pembagian 55:45

Redaksi | Sabtu, 20/07/2019 22:28 WIB
Amien Rais: Rekonsiliasi Baru Masuk Akal Bila Pembagian 55:45   Politikus PAN Amien Rais. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN mengatakan, adua syarat rekonsiliasi dengan kubu Joko Widodo-Ma`ruf Amin. Yakni, ide-ide dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diterima dan dengan pembagian kursi 55:45.

Jika tidak, pihaknya memilih jadi oposisi. Bagi partai kubu 02 yang menyeberang ke pemerintah, Amien menyebut, mereka menanggung aib.

"Misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk baru akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini balik kanan, sudah jalan akalnya. Tapi ini kan enggak mungkin," ujar Amien di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, Sabtu (20/7).

Hal ini dikatakannya terkait tawaran rekonsiliasi yang diajukan kubu Jokowi-Ma`ruf Amin kepada Prabowo-Sandiaga. Menurut Amien, rekonsiliasi mestinya didasarkan atas kesamaan program atau platform. Jokowi, lanjutnya, harus memiliki pandangan yang sama dengan Prabowo soal masa depan negara.

"Saya bilang kalau mau rekonsialiasi tentukan dulu platformnya, mau diapakan Indonesia ini," ujar dia.Platform Prabowo yang perlu disamakan dengan Jokowi, kata dia, adalah soal kedaulatan pangan, energi, tanah, hingga air. Dia menilai platform Prabowo itu diyakini dapat membuat kokoh Indonesia.

"Kalau mungkin [dilaksanakan], alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan. Tapi kalau [Jokowi] tidak mau [melaksanakan ide Prabowo], ya sudah kita di luar, oposisi," ucapnya.

Jika dalam kondisi itu ada partai oposisi yang tetap menyeberang ke koalisi pemerintah, Amien menilai parpol tersebut menanggung dua dosa. Terlebih, jika itu hanya karena menerima tawaran satu kursi menteri.

"Sungguh aib kalau ada partai pendukung 02 tiba-tiba menyeberang hanya karena satu kursi ecek-ecek, kemudian dosanya dua," ujar dia.

"Kalau hanya embel-embel, berarti si menteri embel-embel berkolaborasi dengan rezim yang selama ini kita kritik karena terlalu mementingkan orang berada. Dosanya dipikul bareng oleh menteri ecek-ecek," Amien melanjutkan.

Lebih dari itu, Amin masih mengaku heran mengapa Jokowi mendesak rekonsiliasi dengan Prabowo. Padahal, dia menyatakan Jokowi sebagai pemenang pemilu seharusnya tidak melakukan hal itu.

"Saya kira itu menunjukkan mereka tidak yakin, memang urik. Kalau mereka itu menang ya pesta pora di mana-mana, tapi ini ketemu," kata Amien. (ds/sumber CNN)