press enter to search

Kamis, 05/12/2019 22:42 WIB

Sekda Jabar Iwa Karniwa Jadi Tersangka Suap Meikarta

| Selasa, 30/07/2019 01:44 WIB
Sekda Jabar Iwa Karniwa Jadi Tersangka Suap Meikarta Iwa Karniwa

JAKARTA (aksi.id) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek proyek Meikarta. Iwa diduga menerima uang Rp900 juta dari yang diminta Rp1 miliar.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, penetapan Iwa terkait dengan pembahasan substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. RDTR untuk memuluskan proyek Meikarta ini awalnya dibahas di DPRD Bekasi.

Neneng Rahmi Nurlaili (tersangka) selaku Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi pada 2017 diketahui telah menerima sejumlah uang terkait dengan pengurusan Perda RDTR tersebut. Uang itu untuk diberikan kepada beberapa pihak dengan tujuan memperlancar proses pembahasannya.

Pada April 2017, setelah masuk pengajuan Rancangan Perda RDTR, Neneng Rahmi diajak oleh Sekretaris Dinas PUPR untuk bertemu pimpinan DPRD di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi. Pada pertemuan tersebut Sekretaris Dinas PUPR menyampaikan permintaan uang dari pimpinan DPRD terkait pengurusan tersebut.

”Setelah Rancangan Perda RDTR Kabupaten Bekasi disetujui oleh DPRD Bekasi dan dikirim ke Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan pembahasan,” kata Saut dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/7/2019).

Namun, kata Saut, raperda tidak segera dibahas oleh Pokja Badan Koordinasi Penataan ruang Daerah (BKPRD), sedangkan dokumen pendukung sudah diberikan. Pada perkembangannya didapatkan informasi bahwa agar RDTR diproses, Neneng Rahmi harus bertemu dengan Sekda Jabar Iwa Karniwa.

”Neneng Rahmi kemudian mendapatkan informasi bahwa tersangka IWK (Iwa Karniwa) meminta uang Rp1 miliar untuk penyelesaian proses RDTR di provinsi,” ujarnya.

Permintaan tersebut diteruskan pada salah satu karyawan PT Lippo Cikarang dan direspons bahwa uang akan disiapkan. Beberapa waktu kemudian Lippo menyerahkan uang pada Neneng Rahmi.

Pada Desember 2017, uang diserahkan Neneng melalui perantara pada Iwa Karniwa dalam dua tahap. Uang itu bernilai total Rp900 juta.

Rumah sepi

Rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa di Jalan Aria Jipang, Kota Bandung, tampak sepi, Senin (29/7/2019) malam. Satpam yang berjaga menyebutkan jika Iwa Karniwa sedang tidak berada di kediamannya tersebut. Di dalam rumah hanya ada istrinya, Elly Rosita Karniwa.

"Ada istrinya aja, hanya istrinya aja," ujar Satpam tersebut.

Di depan rumah dinas tersebut, terparkir dua mobil dengan gerbang pagar yang tertutup. Beberapa orang yang mencoba mendatangi rumah Iwa dengan menekan bel, namun tidak dibukakan gerbang oleh penghuni rumah.

Berdasarkan keterangan satpam, Iwa yang kini terjerat perkara dugaan suap proyek Meikarta tidak setiap hari mendatangi rumah dinasnya. Iwa hanya sesekali berkunjung ke rumah dinas tersebut.

“Nggak setiap hari di sini. Beliau datang paling hanya sesekali saja," katanya.

Komentar Emil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merespon soal penetapan tersangka anak buahnya itu.

"Saya baru mendengar malam ini. Belum banyak informasi yang bisa saya sampaikan. Saya akan bertanya dengan yang bersangkutan dengan situasi hukumnya," katanya usai menghadiri acara dinas di Jalan Djuanda, Kota Bandung, Senin (29/7).

Pria yang akrab disapa Emil itu meminta semua pihak menunggu kejelasan informasi lebih lanjut. Ia sendiri belum bisa memberikan keterangan dan tanggapan lebih lanjut.