press enter to search

Selasa, 22/10/2019 01:48 WIB

Waspadai, Kerusakan Penglihatan Penanda Serangan Diabetes

Redaksi | Rabu, 07/08/2019 15:14 WIB
Waspadai, Kerusakan Penglihatan Penanda Serangan Diabetes Ilustrasi

JAKARTA (aksi.id) - Diabetes tipe 2 yang dahulu dikenal dengan nama diabetes melitus, tidak tergantung insulin (non-insulin-dependent diabetes melitus/NIDDM) atau diabetes onset dewasa – merupakan kelainan metabolik.

Kondisi itu ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif. 

Nah, kondisi penglihatan seseorang ternyata bisa menjadi penanda adanya risiko serangan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi seumur hidup yang serius yang dapat sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang.

Kondisi ini biasanya sering dikaitkan dengan kondisi kelebihan berat badan, gaya hidup yang tidak aktif, atau pun faktor keturunan.

Diabetes mempengaruhi pembuluh darah di jaringan peka cahaya yang disebut retina yang melapisi bagian belakang mata.

Sehingga, kondisi gula darah tinggi dari diabetes tipe 2 terkait dengan kerusakan pada pembuluh darah di mata, yang sangat mempengaruhi penglihatan seseorang.

National Eye Institute menguraikan, penyakit mata dalam diabetes terdiri dari sekelompok kondisi mata yang memengaruhi penderita diabetes.

Kondisi ini termasuk retinopati diabetik, edema makula diabetik, katarak, dan glaukoma.

Disebutkan, semua bentuk penyakit mata akibat diabetes memiliki potensi untuk menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah, hingga kebutaan.

Pada retinopati diabetik terjadi perubahan pada pembuluh darah retina yang dapat menyebabkan pendarahan, hingga merusak indera tersebut.

Tahap awal retinopati diabetik biasanya tidak memiliki gejala. Penyakit ini sering berkembang tanpa disadari sampai pada puncaknya mempengaruhi penglihatan.

Pendarahan dari pembuluh darah retina yang abnormal dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik "mengambang". Bintik-bintik ini terkadang jelas dengan sendirinya.

Namun, tanpa pengobatan segera, perdarahan sering berulang, kondisi ini meningkatkan risiko kehilangan penglihatan permanen.

Jika seseorang penglihatan yang mulai kabur, itu juga bisa menjadi tanda peringatan diabetes tipe 2.

Gula darah yang tinggi menyebabkan lensa pada kornea membengkak, yang mengubah kemampuan untuk melihat dengan benar.

Untuk memperbaiki penglihatan buram, penderitanya harus terlebih dahulu mengembalikan kadar gula darahnya ke posisi normal. 

Selama ini, orang dengan diabetes tipe 2 cenderung menderita glaukoma. Sebab, ada tekanan menumpuk di dalam mata ketika cairan tidak bisa mengalir seperti seharusnya.

Kondisi inilah yang menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah, hingga berdampak pada penglihatan seseorang.

Perawatan untuk masalah penglihatan bisa termasuk obat atau tetes mata khusus. Pembedahan dan perawatan laser juga dapat membantu menurunkan tekanan pada mata.

Namun, pemantauan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol adalah kunci untuk memperlambat atau mencegah penyakit.

Bagi mereka yang merokok, cobalah untuk berhenti karena kebiasaan itu akan sangat membantu, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

(ny/Sumber: Kompas.com)