press enter to search

Jum'at, 23/08/2019 03:02 WIB

Jepang Ambisi Kembangkan Augmentasi Manusia dan Teknologi Cyborg

Redaksi | Kamis, 08/08/2019 15:51 WIB
Jepang Ambisi Kembangkan Augmentasi Manusia dan Teknologi Cyborg

JAKARTA (Aksi.id) - Pemerintah Jepang berambisi mengembangkan augmentasi manusia dan dan teknologi cyborg. Untuk mengembangkan teknologi tersebut, pemerintah bahkan menawarkan US$1 miliar bagi peneliti yang berniat menciptakannya.

Dilansir Zdnet, seperti yang dilaporkan oleh Nikkei Asian Review, pemerintah Jepang akan segera mengundang para peneliti dan akademisi untuk mengajukan proposal di 25 bidang, mulai dari teknologi yang dapat mendukung lembaga penuaan hingga solusi lingkungan yang menangani limbah industri.

Sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, bahkan mengatakan, sekitar 100 miliar yen (US$921 juta) telah disisihkan untuk mendanai proyek-proyek ini selama lima tahun pertama dari perjanjian dan dukungan selama satu dekade.

Sementara beberapa proyek, seperti teknologi cyborg, didasarkan pada sejumlah masalah yang dihadapi Jepang. Limbah industri, populasi, dan tantangan membersihkan lautan telah memengaruhi beberapa area proyek yang ditawarkan.

Saat ini Jepang juga tengah menghadapi masalah, di mana lebih sedikit warga negara yang memiliki anak dan pertumbuhannya menurun menjadi -0,27 persen. Hal init menunjukkan kekurangan tenaga kerja di masa depan.

Dengan demikian, teknologi yang dapat membuat individu lebih lama bekerja atau menggantikan staf manusia secara bersamaan dapat melindungi laju kelahiran yang menurun dan membuat industri terus berjalan.

"Teknologi cyborg yang dapat menggantikan fungsi tubuh manusia menggunakan robotika atau organisme hidup pada 2050," kutip Nikkei.

Ketertarikan Jepang pada hibernasi buatan juga menyentuh bidang ini. Sebuah gagasan yang didasarkan pada praktik hibernasi hewan yang dapat menjaga tubuh manusia dalam keadaan stasis dan berpotensi membuat panjang umur.

Pemerintah juga sangat tertarik dengan teknologi otomasi yang cocok untuk aplikasi pertanian, kehutanan, konstruksi, dan perikanan, serta proposal apa pun yang akan melanjutkan tujuan Jepang untuk mendaur ulang limbah dari aplikasi industri.

Para peneliti dari Jepang dan luar negeri didorong untuk menyusun proposal untuk proyek pelayaran ke bulan dan akan mengajukan permohonan untuk pendanaan tahun depan. Batas waktu penyelesaian proyek berkisar antara 2025 hingga 2060. (dan/berbagai sumber/foto:wartaekonomi.co.id)