press enter to search

Jum'at, 23/08/2019 02:45 WIB

KPK Tangkap Anggota DPR dari PDIP Nyoman Dhamantra di Bandara Soetta

| Kamis, 08/08/2019 18:59 WIB
KPK Tangkap Anggota DPR dari PDIP  Nyoman Dhamantra di Bandara Soetta

JAKARTA (aksi.id)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Dhamantra. Politikus dan pengusaha asal Bali itu dijemput di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (8/8/2019).

Langkah KPK ini merupakan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Rabu (7/8/2019) malam terkait dengan dugaan korupsi impor bawang putih. KPK menengarai ada uang suap untuk Nyoman yang diserahkan melalui jasa perbankan. Uang ditransfer menggunakan jasa penukaran uang (money changer).

"Jadi ada transfer yang menggunakan fasilitas money changer juga yang kami indikasikan itu ditujukan untuk salah satu anggota DPR RI di Komisi VI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

KPK menjemput Nyoman di Bandara Soekarno Hatta yang barus saja melakukan perjalanan dari Bali. Nyoman tiba di gedung KPK sekitar pukul 13.50 WIB.

"Sekarang sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," ucap Febri.

Dalam OTT ini KPK juga mengamankan barang bukti transfer sejumlah Rp2 miliar dan uang dalam dolar Amerika yang saat ini dalam proses perhitungan oleh KPK. 

Secara keseluruhan 12 orang diamankan dalam OTT tersebut yakni Nyoman, importir (swasta), sopir, dan orang kepercayaan Nyoman. KPK mempunyai waktu 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan.

Pamit dari kongres

Ketua Badan Hukum PDI Perjuangan Junimart Girsang mengaku kaget koleganya, Nyoman Dhamantra, ditangkap KPK. Menurutnya, Nyoman sempat berada di arena Kongres PDI Perjuangan. Namun dia izin meninggalkan kongres karena mertuanya sakit.

"Kalau sekarang ada info beliau berurusan dengan KPK, ya, tentu saya tidak mengamini itu. Maka ketika kita dapat info A1 dalam masalah `KPK`, belum percaya. Belum ada info dan saya masih komunikasi dengan beliau jam 12.40 Wita," kata Junimart.

Junimart lalu menunjukkan percakapannya dengan Nyoman. Pada pukul 03.44 Wita, Nyoman pamit meninggalkan kongres ke Junimart karena mertuanya sakit.

"Jam 03.44 Wita (dia pamit dari kongres) ada berita mertua sakit. Nih (sambil menunjukkan ponselnya), saya bilang ya semoga lekas membaik dan masih dibalas 12.40 Wita masih balas, siap," ujarnya.

Junimart mengaku tadi malam satu pesawat dengan Nyoman. Tak hanya itu, mereka ternyata juga menyewa hotel yang sama.

"Dengan saya kemarin satu pesawat jam 21.00 menuju Bali, dan saya dan beliau satu hotel di Bali Hyatt, Nusa Dua. Sampai pagi nggak ada masalah dengan beliau. Saya satu pesawat, dari Ngurah Rai satu mobil ke Bali Hyatt sama-sama check-in beliau nggak ada bicara apa-apa santai," kisahnya.

Junimart pun masih tak percaya rekannya itu ditangkap KPK. "Setahu saya, beliau orang baik-baik cerdas santun terbuka orangnya," tutur caleg asal Medan itu. 

Keyword KPK PDIP