press enter to search

Kamis, 05/12/2019 21:37 WIB

Kasus Penipuan Calon Jemaah Haji Jatim, Polisi Periksa Pegawai Kemenag

Redaksi | Jum'at, 09/08/2019 17:10 WIB
Kasus Penipuan Calon Jemaah Haji Jatim, Polisi Periksa Pegawai Kemenag Ilustrasi. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Polisi mendalami kasus dugaan penipuan program percepatan haji yang mendera 59 jemaah calon haji di Jatim. Salah satu pegawai Kanwil yang ikut dilaporkan dalam kasus ini, pekan depan akan diperiksa polisi.

"Kita akan membuka kasus ini secara formil maupun materiil. Oknum ini kan dilaporkan oleh tersangka Junaedi yang sudah kita tahan," ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (9/8).

Dia menambahkan, kasus ini sudah nyaris sempurna tindak pidananya (penipuan), lantaran para jemaah sudah menyetorkan sejumlah dana melalui transfer kepada tersangka. Dan dari pengakuan sementara tersangka, ia menyetorkan uang milik jemaah tersebut pada seseorang.

"Rencananya Senin atau Selasa pekan depan yang bersangkutan (pegawai Kanwil Kemenag) akan kita panggil untuk dimintai keterangannya," tambahnya.

Dikonfirmasi mengenai status pegawai Kanwil Kemenag tersebut, Barung mengatakan jika ia masih berstatus sebagai saksi. "Masih saksi dan terlapor," tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 59 orang jemaah calon haji melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim. Warga yang berasal dari beberapa daerah di Jatim ini merasa tertipu karena tidak jadi berangkat haji.

Padahal mereka sudah membayar sejumlah uang mulai Rp5 juta hingga Rp35 juta agar bisa mendapat kuota pemberangkatan haji tahun ini. Polisi akhirnya menetapkan koordinator penyelenggara sebagai tersangka dan melakukan penahanan. (ds/sumber merdeka)