press enter to search

Sabtu, 24/08/2019 00:31 WIB

Seminar di Universitas Sahid: Penelitian Komunikasi Berbasis Online akan Marak

| Minggu, 11/08/2019 04:28 WIB
Seminar di Universitas Sahid: Penelitian Komunikasi Berbasis Online akan Marak Seminar bertajuk “Communication Conference in Qualitative Research” yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta dan Yayasan Kompatibel. Seminar pertama ini menampilkan tiga pembicara pakar ilmu komunikasi dengan i pendekatan kualitatif yakni Dr.Pinckey Triputra dari Universitas Sahid, Dr.Sunarto (Undip) dan Dr.Haryatmoko (Universitas Sanata Dharma).

JAKARTA (aksi.id) – Penelitian-penelitian bidang ilmu komunikasi menggunakan pendekatan kualitatif berbasis media daring (“online”) akan makin meningkat.

Peningkatan itu terkait dengan makin tingginya kompleksitas permasalahan sosial serta maraknya penggunaan media berbasis internet sebagai alat komunikasi sehari-hari di era 4.0.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Dr.Pinckey Triputra pada seminar di Jakarta , Sabtu, menyatakan bahwa prediksi makin maraknya penelitian ilmu komunikasi terkait menggunakan pendekatan kualitatif terkait media daring sudah terlihat belakangan ini merujuk pada penelitian-penelitian yang ada di jurnal-jurnal penelitian.

“Penelitian dengan media digital bisa dilakukan dari sisi subyek atau obyek. Ini merupakan tantangan bagi para peneliti ilmu komunikasi untuk ke depannya,” kata Pinckey Triputra.

Seminar bertemakan “Blurring Paradign in Qualitative” merupakan seri pertama dari rangkaian seminar bertajuk “Communication Conference in Qualitative Research” yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta dan Yayasan Kompatibel.
Seminar pertama ini menampilkan tiga pembicara pakar ilmu komunikasi dengan i pendekatan kualitatif yakni Dr.Pinckey Triputra dari Universitas Sahid, Dr.Sunarto (Undip) dan Dr.Haryatmoko (Universitas Sanata Dharma).

Pickey Triputra mengetengahkan pembahasan mengenai sejarah pendekatan penelitian kualitatif dan tantangan ke depan , Sunarto membahas masalah penelitian feminisme, sementara Haryatmoko mengangkat metode-metode penelitian terkait teori kritis dan analisis wacana kritis.

Peserta seminar mencapai sekitar 120 orang terdiri dari para mahasiswa pascarasarjana dan akademisi peminat penelitian dengan pendekatan kualitatif. (awe).

Artikel Terkait :

-