press enter to search

Kamis, 05/12/2019 21:38 WIB

Ratusan Orang Diduga Pelaku Kejahatan Dipamerkan di Halaman Polda Metro

Redaksi | Senin, 12/08/2019 14:14 WIB
Ratusan Orang Diduga Pelaku Kejahatan Dipamerkan di Halaman Polda Metro Mereka yang ditangkap dalam operasi yang digelar kepolisian selama sebulan, yaitu dari tanggal 10 Juli hingga 10 Agustus 2019. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Sebanyak dua ratusan lebih orang diduga pelaku kejahatan dipamerkan di halaman Polda Metro Jaya. Mereka ditangkap dalam operasi yang digelar kepolisian selama sebulan, yaitu dari tanggal 10 Juli hingga 10 Agustus 2019.

Sementara itu, empat tersangka terpaksa ditembak tegas karena berusaha melawan.

"Dari hasil kegiatan tersebut, kita amankan tersangka 243 orang, 210 barang bukti, dan juga karena mereka melawan ada empat orang yang kita tindak tegas terukur," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/8).

Gatot mengatakan, operasi digelar mulai dari Polsek, Polres, hingga Polda Metro Jaya. Operasi serupa, kata Gatot, akan terus digelar rutin."Ini untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, sehingga masyarakat bisa beraktifitas sehari-hari dan tidak terganggu dengan situasi keamanan," kata Gatot.

Beragam Kejahatan

Dari ratusan tersangka yang berhasil diamankan polisi mengungkap beragam kejahatan. Mayoritas adalah kejahatan jalanan, seperti pencurian, tawuran, kata Gatot, tersangka beraneka ragam kejahatannya.

Mulai dari kejahatan jalanan atau street crime, tawuran, kejahatan narkotika, juga pencurian dengan menggunakan senjata api dan tajam.

Dari operasi itu, polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya kendaraan, uang tunai, narkotika, laptop, ponsel maupun senjata api dan senjata tajam. Total kerugian masyarakat akibat ulang tersangka tercatat sekitar Rp 89,5 juta.

"Ini kalau melihat uang tunai dihitung Pak Dir (Direktur) Rp 89,5 juta. Tapi sebenarnya kalau kita mau lihat curanmor ada tujuh. Dalam sebulan diamankan (kerugian) lebih sebenarnya. Ada harga mobil Rp 200 juta ini belum dihitung semuanya," Gatot memungkasi. (ds/sumber liputan6)