press enter to search

Minggu, 15/12/2019 07:42 WIB

Pria 65 Tahun Ini Gagalkan Serangan Bersenjata di Masjid Norwegia

Redaksi | Senin, 12/08/2019 14:39 WIB
Pria 65 Tahun Ini Gagalkan Serangan Bersenjata di Masjid Norwegia Mohamed Rafiq (65), salah seorang jemaah yang berhasil menahan tersangka pelaku penyerangan di Masjid Al-Noor, Norwegia.(THE INDEPENDENT / REUTERS

BAERUM (aksi.id) - Mohamed Rafiq (65), dengan sigap menahan seorang pria bersenjata yang memasuki sebuah masjid di Norwegia, dengan membawa senapan dan pistol. Rafiq bersama dengan dua orang lainnya saat itu sedang berada di Gedung Islamic Center Al-Noor di Baerom, pada Sabtu (10/8/2019).

Dengan dibantu seorang jemaah lainnya, Mohamed Iqbal, keduanya dapat menahan tersangka pelaku teror yang diduga berniat melakukan serangan bersenjata terhadap pada jemaah masjid yang sedang bersiap untuk merayakan Hari Raya Idul Adha.

Rafiq disebut mampu menahan tersangka, yang diidentifikasi sebagai Philip Manshaus, seorang pria berusia 21 tahun, hingga petugas polisi datang untuk menangkapnya.

Tersangka penyerang dilaporkan mengenakan seragam serta pelindung tubuh. Dia menerobos pintu kaca dan segera menuju lokasi ibadah.

"Saya berterima kasih atas semua bantuan dan dukungan yang telah saya terima," kata Rafiq, kepada wartawan, pada Minggu (11/8/2019).

Rafiq menceritakan bagaimana dia berusaha menahan tubuh pria bersenjata itu sementara jemaah lainnya, Mohamed Iqbal, memukul kepala tersangka.

Menurut Irfan Mushtaq, seorang anggota dewan masjid, pada beberapa saat sebelum terjadinya penembakan pada Sabtu sore itu, ada sekitar 15 orang yang telah berada di dalam gedung.

Polisi menyebut tersangka penyerang adalah warga lokal.

Dilansir The Independent, sebuah postingan di dunia maya menyebutkan bahwa tersangka adalah seorang ekstremis sayap kanan yang terinspirasi oleh serangan teroris di Christchurch, Poway, dan juga El Paso.

Sebelum melancarkan aksinya menyerang masjid, tersangka diduga telah lebih dulu membunuh saudara tirinya yang berusia 17 tahun. Polisi menemukan jasad korban di kediaman tersangka. Polisi kini tengah menyelidiki kasus penyerangan masjid itu sebagai serangan teror.

"Kami sedang menyelidiki kasus ini sebagai upaya tindakan terorisme," ujar Asisten Kepala Polisi Rune Skjold, dalam konferensi pers, Minggu (11/8/2019).

"Kami menemukan tersangka bersikap ekstrem kanan, setelah dia menyatakan pendapatnya sebagai pemuja Quisling (Vidkun Quisling, seorang fasis Norwegia dan kolaborator Nazi), serta menentang imigrasi," lanjutnya.

Sementara pihak kepolisian Norwegia turut memuji keberanian yang ditunjukkan dua jemaah masjid, Mohamed Rafiq dan Mohamed Iqbal, atas upaya mereka menahan tersangka pelaku penembakan.

"Jelas terlihat bahwa berkat tindakan berani keduanya, kasus ini dapat dicegah dari hasil akhir yang sama sekali berbeda," ujar Skjold.

Tersangka pelaku saat ini tengah dalam penahanan polisi dan sedang menjalani pemeriksaan oleh psikiatris.

Satu orang dilaporkan terluka dalam upaya penyerangan Masjid Al-Noor di Baerum, pinggiran kota Oslo, pada Sabtu (10/8/2019) sore.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg menyatakan aksi itu merupakan "serangan langsung bagi Muslim di sana", sekaligus mengungkap kembali luka kelam delapan tahun silam.

Pada 22 Juli 2011, seorang ekstremis sayap kanan bernama Anders Behring Breivik menyerang simpatisan Partai Buruh dan menewaskan hingga 77 orang.

Norwegia dikenal sebagai negara yang menerapkan aturan kepemilikan senjata ketat, dengan izin harus diberikan oleh kepala polisi setempat, berdasarkan Perpustakaan Kongres AS.

Usai penembakan massal pada 2011, seluruh senjata otomatis, semi-otomatis, maupun yang sejenis dilarang, dengan saat ini diyakini terdapat 1.537.000 pucuk yang beredar. (ny/Sumber: Kompas.com)


Artikel Terkait :

-