press enter to search

Selasa, 22/10/2019 01:20 WIB

Mengaku Sudah 22 Kali Bertemu Allah SWT, Pengajian Abi Yahya Dihentikan

Redaksi | Selasa, 13/08/2019 00:31 WIB
Mengaku Sudah 22 Kali Bertemu Allah SWT, Pengajian Abi Yahya Dihentikan Abi Yahya. (ist)

ACEH (Aksi.id) - Kelompok pengajian pimpinan Abi Muhammad Yahya bin Sulaiman dihentikan di seluruh Aceh, karena dinilai menyebarkan ajaran sesat.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Banda Aceh, Teungku Damanhuri Basyir mengatakan,  pengajian Abi Muhammad Yahya bin Sulaiman dihentikan di seluruh wilayah Kota Banda Aceh. Sebab, ajaran pengajian Abi Yahya, dianggap mengarah kepada penyimpangan tauhid dan pendangkalan aqidah.

"Bukan penistaan agama sehingga penanganan masalah ini dilimpahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Dan untuk saat ini Abi Muhammad Yahya bin Sulaiman, diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh," ungkap Damanhuri,

Abi Yahya, dianggap sesat karena mengaku telah mengalami kematian tujuh kali. Terakhir dia mengaku bertemu Allah SWT dan berjumpa dengan Rasulullah SAW sebanyak 22 kali.

Selain itu, dia mengatakan pernah didatangi Abu Bakar (sahabat Rasulullah) yang diperintahkan Syeikh Abdurrauf agar dia bertobat.

Dia juga mengaku tidak pernah belajar ilmu agama Islam.  "Beliau mengaku mendapat ilmu melalui ilham saja dan mengajarkannya kepada masyarakat awam," jelas Damanhuri.

Selain itu, pengajian Abi Yahya untuk wilayah Kota Banda Aceh belum dikenal. Itu sebabnya, untuk menghindari ekses negatif dan konflik antar warga dalam masyarakat Aceh. MPU Banda Aceh menghentikannya.

"Dia mengajarkan orang lain tanpa adanya ilmu, itu adalah sesat dan menyesatkan, maka tidak dibenarkan dalam Islam," jelas Ketua MPU Kota Banda Aceh.

Selain itu, Tgk Tu Bulqaini mengatakan, data-data yang didapat di YouTube sangat membahayakan. "Apa yang disampaikan tidak kita temukan dalilnya. Untuk itu, surat arahan akan kita keluarkan dan tembusannya kita sampaikan  kepada Polsek," ungkapnya, Senin (12/8/2019)

Dalam kasus ini, Abi Yahya dianggap bukan melakukan penodaan agama, tetapi pendangkalan aqidah. "Kita arahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh. MPU telah melepaskan Abi Yahya untuk diserahkan kembali kepada Polsek," jelasnya.

Berdasarkan konten video YouTube yang tersebar, Abi Yahya menyampaikan bahwa para santri yang mondok pada dayah dianggap kafir.

Nah, dengan tuduhan inilah masyarakat marah sehingga ingin menyerang Abi Yahya. Selain itu, ada isu yang mengatakan Abi Yahya memiliki dan menyimpan senjata tajam. (ds/sumber: modusaceh.co/suara.com)