press enter to search

Jum'at, 23/08/2019 02:48 WIB

Pendongeng Keliling Ingin Bertemu Presiden Jalan Kaki ke Jakarta dari Indramayu

Redaksi | Selasa, 13/08/2019 17:09 WIB
Pendongeng Keliling Ingin Bertemu Presiden Jalan Kaki ke Jakarta dari Indramayu Pendongeng keliling

JAKARTA (Aksi.id) -  Samsudin rela jalan kaki dari kampung halamannya di Indramayu, untuk masa depan anak semata wayangnya Sofia (14) yang duduk dibangku SMP sambil mengenyam pendidikan pesantren di Kuningan. Dia ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya menyampaikan harapan untuk bertemu Joko Widodo dan Ibu Negara di Istana Merdeka," kata Samsudin saat istirahat di Karawang, Selasa (13/8).Samsudin berjalan kaki kurang lebih 200 kilometer, untuk membutuhkan biaya pendidikan putrinya, karena sejak masuk Sekolah Dasar selalu menjadi juara pertama. Sedangkan Dia hanya berprofesi sebagai pendongeng keliling dengan penghasilan terbatas.

"Aksi jalan ini hanya untuk bisa mendapatkan beasiswa untuk putrinya hingga ke tingkat perguruan tinggi" harapnya.

Lelaki yang sebelumnya sebagai guru honorer, banting setir sebagai relawan pendongeng sejak 2016 lalu. Sudah 16 provinsi didatangi untuk mendongeng keliling. Terakhir sebagai relawan pendongeng di Lombok waktu ada peristiwa gempa.

"Sudah 16 provinsi mulai pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan terakhir Lombok, " terangnya.

Profesi sebagai relawan pendongeng, karena dia prihatin akan nasib anak-anak Indonesia yang akrab dengan HP, sehingga tidak tahu nama-nama binatang dan hewan dilindungi. Serta menyampaikan kepada anak-anak sekolah pentingnya kehidupan hutan bagi manusia dan binatang.

"Dongeng, bukan sekadar cerita fiksi tanpa makna. Dongeng memiliki arti lebih untuk mengembangkan nilai positif yang ada di dalam diri anak. Sayangnya, saat ini dongeng seolah hilang dari tengah masyarakat," tandasnya.

Bagi Samsudin, mendongeng merupakan aktivitasnya sehari-hari. Bukan hanya mendongeng di daerahnya di Pabean Indramayu, dia telah berkeliling Indonesia menyampaikan cerita indah yang sarat makna kehidupan kepada anak-anak. Dia lebih banyak bercerita tentang dongeng hewan supaya menarik minat anak kecil.

"Di setiap kota yang dikunjungi, saya selalu sempatkan mendongeng untuk anak-anak," kata dia dengan iba.

Dalam bercerita, dia selalu menyelipkan pesan moral kepada anak-anak yang setia mendengarkan. Kumpulan potongan cerita itu semuanya ada di dalam kotak yang Samsudin sebut sebagai kotak dongeng yang berisi wayang binatang terbuat dari karton sebagai pelengkap.

"Pesan dan makna yang disampaikan kepada anak-anak harus mampu disampaikan untuk mencintai binatang dan hutan, " pungkasnya. (ds/sumber merdeka)