press enter to search

Sabtu, 24/08/2019 00:30 WIB

Angkasa Pura I Gandeng Incheon untuk Kerja Sama Kelola Bandara Potensial

Redaksi | Rabu, 14/08/2019 16:59 WIB
Angkasa Pura I Gandeng Incheon untuk Kerja Sama Kelola Bandara Potensial Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Presiden CEO IIAC Koo Bon Hwan, di Incheon, Korea Selatan, Rabu (14/8/2019). (Foto.Beritatrans/Omy)

INCHEON (aksi.id) – PT Angkasa Pura I (Persero) menggandeng Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC), Korea Selatan untuk menjajaki peluang kerja sama pengelolaan bandara baik di dalam maupun luar negeri serta berbagai peluang kerja sama lainnya.

Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dilakukan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Presiden CEO IIAC Koo Bon Hwan, di Incheon, Korea Selatan, Rabu (14/8/2019).

“Kami gembira dapat melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan pengelola bandara terbaik di dunia,” kata Faik.

Hal ini akan semakin meningkatkan kepercayaan diri dan optimisme dalam bersaing mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan bandara baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Seperti diketahui, Angkasa Pura I saat ini tengah dalam proses untuk mengelola beberapa bandara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan seperti Bandara APT Pranoto Samarinda, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Juwata Tarakan, serta Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk.

“Kami juga tengah mengikuti tender untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Komodo Labuan Bajo dan Bandara Hang Nadim Batam,” ungkapnya.

Kerja sama pada tahap awal fokus pada upaya untuk menangkap peluang kerja sama pengembangan dan pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam yang ditender oleh Kementerian Perhubungan.

Angkasa Pura I akan membentuk konsorsium dalam rangka partisipasi seleksi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim.

Selain Bandara Hang Nadim, lanjut dia, nota kesepahaman ini juga mencakup rencana pengelolaan bandara di luar negeri, antara lain Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, Bandara di Kuwait, serta bandara regional lainnya yang memungkinkan.

“Kami optimistis dengan kerja sama ini, akan menjadikan Angkasa Pura I memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan kontrak pengelolaan bandara-bandara potensial. Hal ini tentunya akan semakin memperkuat portofolio Angkasa Pura I sebagai perusahaan pengelola bandara kelas dunia,” pungkas Faik. (omy/ny)