press enter to search

Jum'at, 23/08/2019 02:48 WIB

Briptu Hedar dan Daftar Anggota TNI/Polri Gugur di Bumi Cenderawasih

Redaksi | Kamis, 15/08/2019 09:35 WIB
Briptu Hedar dan Daftar Anggota TNI/Polri Gugur di Bumi Cenderawasih Peti jenazah Briptu Haedar yang gugur di Papua. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Briptu Hedar (sebelumnya ditulis Heidar) menambah daftar korban dari personel TNI/Polri yang gugur dalam konflik Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di  Tnah Cenderawasih Papua.

Tahun ini tercatat sudah delapan orang anggota TNI/Polri yang gugur  karena konflik dengan KKSB atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Menkopolhukam Wiranto telah menegaskan negara tak boleh ciut. Operasi di Papua tetap berjalan.

"Pokoknya kita lanjutkan. Jadi enggak akan ada habis-habisnya (operasi Papua)," kata Wiranto kemarin.

Briptu Hedar tewas dengan luka tembak di kepala bagian belakang. Polisi mengklaim telah mengantongi identitas pelaku.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengidentifikasi lokasi tewas Hedar dikuasai kelompok pimpinan G, bagian dari KKSB.

Berdasarkan penelusuran, Briptu Hedar menjadi korban ke-8 TNI/Polri di operasi Papua sepanjang 2019. Angka personel yang gugur naik dibanding 2018: enam personel.

Sebelum insiden Hedar, pada Maret 2019 terjadi penembakan terhadap anggota Brimob, Bhayangkara Dua (Bharada) Aldi di Kabupaten Nduga, Papua.

Aldi ditembak KKSB saat pengamanan Bandara Nduga menyambut kunjungan Komandan Satgas Pengamanan setempat. Saat insiden, dua polisi lain turut menjadi korban luka.

Masih di Maret, baku tembak meletus di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua. Tiga personel TNI: Serda Miwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayo Aji, tewas.

Pasukan TNI yang hanya berkekuatan 25 orang, dikepung orang-orang bersenjata KKSB yang mancapai 70 orang.

Nduga merupakan daerah merah. Selain salah satu basis kuat KKSB, Nduga juga jadi daerah pengamanan jalur pergeseran pasukan TNI/Polri. Kontak senjata di wilayah Nduga, menjadi bukan barang baru.

Pada Desember 2018, tercatat KKSB di bawah pimpinan Egianus Kogoya melakukan penyerangan terhadap Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Serangan yang terjadi pada malam hari itu mengakibatkan Serda Handoko meninggal dunia.

Bukan hanya itu, helikopter milik TNI yang digunakan untuk melakukan evakuasi jenazah Serda Handoko mendapat serangan dari kelompok separatis.

Nduga bukan menjadi satu-satunya lokasi serbu KKSB terhadap posko TNI/Polri. Pada Juni 2018, dua orang polisi tewas menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). Dua personel itu tewas bukan dalam kontak senjata, namun ketika melakukan pengamanan pilkada gubernur di Kabupaten Puncak Jaya. (ds/sumber CNN)