press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 03:12 WIB

Bus Shalawat Kembali Layani Jemaah Indonesia Setelah `Menepi` di Puncak Haji

Redaksi | Jum'at, 16/08/2019 11:21 WIB
Bus Shalawat Kembali Layani Jemaah Indonesia Setelah `Menepi` di Puncak Haji Jemaah Indonesia kembali dilayani bus shalawat setelah puncak haji. (ist)

MEKAH (Aksi.id) – Bus shalawat atau shuttle bus yang jamak ditemui di sekitaran Mekah, Arab Saudi, selama musim haji kembali menampakan `diri`.

Bus yang dikelola dua perusahaan otobus ternama Arab Saudi, yakni Saptco dan Rawahil Armada, mulai mondar-mandir di jalanan Mekah melayani termasuk jemaah haji Indonesia setelah operasionalnya dihentikan sementara jelang puncak haji.

Sebelumnya, layanan bus shalawat tak beroperasi sementara mulai fase puncak haji, pada 6-13 Zulhijah dan mulai beroperasi kembali pada 14 Zulhijah 1440H atau 15 Agustus 2019. Bus-bus tersebut dipersiapkan untuk transportasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Pantauan Media Center Haji  (MCH) di Terminal Syib Amir, Jumat (16/8), belasan bus shalawat memang sudah mulai beroperasi mengantarkan jemaah dari dan menuju Masjidil Haram. Jemaah yang ingin salat di Masjidil Haram sudah bisa menggunakan layanan shuttle bus Mekah itu.

Bus-bus shalawat yang mengantarkan jemaah Indonesia itu sudah mulai beroperasi sesuai dengan rute semula. Yaitu Syisyah - Syib Amir; Syisyah Raudhah - Syib Amir; Syisyah 1 - Syib Amir; Syisyah 2 - Syib Amir; Raudhah - Syib Amir; Jarwal - Syib Amir; Misfalah – Jyad; dan Rea Bakhsy – Jyad.

Kecuali untuk rute bus yang melalui terminal Bab Ali - Mahbas Jin - Jamarat, yang masih menunggu informasi berikutnya dari Murur, atau Kepolisian Lalu Lintas Arab Saudi.

"Tapi untuk Ajyad dan Syib Amir alhamdulillah sudah beroperasi kembali," kata Kepala Terminal Syieb Amir PPIH Mekah, Sugandi kepada MCH.

Sugandi menyebut para jemaah haji sangat antusias ketika tahu bus shalawat kembali beroperasi lagi. Selama `off` jemaah kesulitan jika ingin ibadah di Masjidil Haram. Tak jarang ada yang berjalan kaki atau menumpang taksi.

"Kasihan sekali. Karena dengan keterbatasan bahasa dan lokasi hotel mereka," ujarnya.

Meskipun sudah mulai beroperasi lagi, Sugandi mengakui jumlah armadanya masih terbatas. Bahkan bus-bus dari salah satu penyedia transportasi, Saptco, belum sepenuhnya armada beroperasi pasca puncak haji 2019.

"Tadi ada peraturan pemerintah bahwa untuk bus Saptco-nya agak terlambat. Tapi Alhamdulillah datang juga," kata Sugandi.

Untuk selanjutnya, bus-bus shalawat ini akan beroperasi seperti biasa, mengantarkan jemaah haji dari hotelnya menuju Masjidil Haram, pulang-pergi. 

Untuk kendalanya, tadi ada peraturan pemerintah bahwa untuk bus saptco nya agak terlambat. Tapi Alhamdulillah datang juga. Karena antusias para jemaah yang ingin shalat di masjidil haram. "Insya Allah sampai pemulangan, sampai 6 September akhir dari pemulangan," ungkapnya. (ds/sumber viva.co.id)