press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 04:01 WIB

Gerindra, PDIP dan PPP Mesra, Apa Maknanya?

Redaksi | Senin, 19/08/2019 11:44 WIB
Gerindra, PDIP dan PPP Mesra, Apa Maknanya? Megawati dan Prabowo.(ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kertanegara IV, Jakarta Selatan pekan lalu. Sebelumnya Prabowo bertemu Ketum PDIP Megawati.

Lantas, apa makna di balik kemesraan Gerindra, PDIP, dan PPP itu. Ada yang menyebut mereka bakal membentuk poros koalisi? Mungkin saja, untuk kepentingan di DPR/MPR lima tahun ini maupun masa depan partai.   
Pada pertemuan itu, petinggi PPP turut hadir di antaranya Ketum Suharso Monoarfa, Sekjen Arsul Sani, Waketum Mardiono dan Amir Uskara.

Pertemuan itu disebut untuk menyambung kembali persahabatan yang ada sejak lama. Karena antara Prabowo dan Suharso sudah saling kenal sejak tahun 2008.

Prabowo mengatakan pertemuan tersebut membicarakan terkait ekonomi. Prabowo menyampaikan gagasannya kepada PPP.

"Jadi kita ada banyak kesamaan. Tapi tentunya kita selalu mencoba mencari titik-titik temu yang terbaik. Jadi hal-hal yang berada selalu kita cari jalan tengah bagi semua penyelesaian masalah," ujar Prabowo.

Pemikiran Ekonomi Prabowo

Dalam pertemuan PPP dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto membahas soal perekonomian Indonesia. Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa memuji pemikiran Prabowo, khususnya dalam peningkatan perekonomian bangsa.

"Tadi kita juga mendiskusikan mengenai keadaan hari ini dan yang akan datang, khususnya bagaimana perkembangan perekonomian nasional ke depan. Dan tadi ada sumbangan-sumbangan pemikiran yang luar biasa dari Pak Prabowo dan saya kira relevan untuk dipertimbangkan untuk menjadi masukan pada pemerintah nasional hari ini," kata Suharso.

Bertemu Dengan PDIP

Sebelum bertemu PPP, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lebih dulu melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan ini seakan istimewa lantaran keduanya sempat berseberangan di Pilpres 2019. Padahal kedua tokoh ini merupakan berteman baik. Keduanya pernah dipasangkan sebagai capres-cawapres pada 2004.

Pada pertemuan itu, Prabowo disajikan nasi goreng yang dimasak sendiri oleh Mega. Menu itu merupakan makanan kesukaan Prabowo. Selain itu saat bertemu Mega sempat bercerita kedekatannya dengan Bung Karno.

"Saya melihat pertemuan itu, bagaimana Ibu Mega bercerita sangat terbuka tentang sejarah beliau sebagai anak proklamator, beliau ceritakan bagaimana kedekatan beliau dengan ibu, beliau ceritakan dengan ibu dan Bung Karno kan sebenarnya bedanya jauh," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo.

Prabowo Datang ke Rakernas PDIP

Pada Rakernas V PDIP di Bali, ada tamu spesial yang hadir selain Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Tamu itu adalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Prabowo hadir dalam Rakernas PDIP setelah diundang langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat bertemu di kediamannya.

Saking spesialnya, tempat duduk Prabowo disiapkan sejajar dengan Megawati, Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Wapres terpilih Ma`ruf Amin. Mega meminta kadernya menyambut Prabowo dengan baik.

"Jangan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung undangan, apalagi ada undangan terhormat seperti Pak Prabowo yang hadir. Jadi jangan sampai ada yang bilang, huuu (disoraki), jangan begitu," kata DPD PDI-P Bali I Wayan Koster menirukan ucapan Megawati.

Gerindra Undang Mega ke Rakernas

Seperti saling balas undangan, Gerindra juga bakal mengundang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas yang bakal digelar September 2019 mendatang. Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, Gerindra akan menyambut Megawati dengan baik. Hal itu, sama seperti Megawati menyambut baik Prabowo di Kongres V PDI Perjuangan di Bali.

"InsyaAllah kami pun akan menyambut Bu Mega dengan tangan terbuka dan memberikan sambutan yang baik kepada Bu Mega bulan September nanti," katanya, Selasa (13/8). (ds/sumber merdeka)