press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 12:49 WIB

Kota Sorong Memanas, Polisi Tembakan Gas Air Mata

Redaksi | Selasa, 20/08/2019 14:41 WIB
Kota Sorong Memanas, Polisi Tembakan Gas Air Mata Situasi terkini di Kota Sorong, Papua Barat. (ist)

SORONG (Aksi.id) - Situasi di Sorong, Papua Barat kembali memanas di tengah aksi protes terkait insiden yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Polisi sempat menembakan gas air mata untuk mengurai massa.

Situasi memanas lagi sesaat ketika Wali Kota Sorong Lambert Jitmau menemui massa yang berkumpul di depan kantornya, Selasa (20/8) siang.

Saat itu, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau akan menyampaikan orasi. Namun, massa tiba-tiba bubar meninggalkan halaman kantor Wali Kota Sorong.

Namun, tiba-tiba tanpa alasan jelas, ada sebagian massa yang melempari ke arah kantor wali kota.

"Polisi, pasukan brimob, langsugn mengamankan wali kota untuk dievakuasi," ujar Jersy.

Selain itu, untuk membubarkan massa, polisi terpantau sempat melontarkan gas air mata. Itu, terpantau terjadi sekitar pukul 14.30 WIT.

Sebagian dari massa tersebut kemudian ada yang berpencar ke lokasi masing-masing, termasuk di kawasan Aspen yang menjadi titik kumpul sebelum ke kantor Wali Kota pada pagi tadi.

"Polisi masih terus mengurai massa, sementara di beberapa lokasi, di jalan-jalan kampung, warga memblokade mencegah keributan masuk ke wilayah rumah mereka," kata Jersy.

Kapolres Sorong AKBP Mario Christy P Siregar mengatakan massa sempat melempari Wali Kota dengan botol dan batu saat memberikan arahan.

"Kita langsung evakuasi," katanya.

Polisi, kata Mario, kemudian menghalau massa dengan gas air mata.

"Kita menyekat supaya mereka tidak ke mana-mana itu saja kita sudah imbau mereka untuk bisa membubarkan diri," katanya.

Sebelumnya, aksi massa menyikapi apa yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang kembali terjadi lagi di Sorong pada pagi tadi. Massa melakukan blokade dan membakar ban di sejumlah titik di antaranya Jalan Kawasan Jupiter, Sorpus, Aspen, dan depan toko Thio.

Sementara itu, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau yang memberikan keterangan terpisah, meminta warga setempat menahan diri dan tidak melakukan tindakan tidak terpuji merusak fasilitas umum. Ia mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu yang akan mengakibatkan kekacauan berlanjut.

Kemarin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Parawansa telah menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka atas hal yang terjadi pada asrama mahasiswa Papua di Surabaya. (ds/sumber CNN)