press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 03:10 WIB

Bangun MRO di Bandara Kertajati, Pindahkan Lagi Penerbangan ke Husein

Dahlia | Rabu, 21/08/2019 13:46 WIB
Bangun MRO di Bandara Kertajati, Pindahkan Lagi Penerbangan ke Husein Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Penerbangan di Bandara Kertajati, Majalengka, sulit untuk ramai penumpang dalam waktu dekat. Karenanya adalah logis bila memindahkan kembali penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

“Bicara mengenai bisnis penerbangan di Kertajati harus long term. Belum tentu juga lima tahun lagi (penerbangan membaik,” tutur Sekjen Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional atau Indonesia National Air Carrier (INACA) Tengku Burhanuddin kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Rabu (21/8/2019).

Di sela-sela perhelatan PPP Airport Workshp: The Existing Consession Law and Investor Expectation, yang dihelat Kedutaan Besar Inggris dan Ikatan Ahli Bandara Indonesia (IABI), dia memuturkan maskapai yang melayani bandara tersebut sejauh ini mengalami kelesuan jumlah penumpang. Load factor jauh di bawah harapan. Setelah beberapa bulan beroperasi, maskapai mengurangi rute penerbangan.

Faktor lesunya jumlah penumpang, dia menilai karena aksesibilitas yakni belum terhubung dengan jalan tol Cileunyi dan Cisumdawu. Selain itu, faktor pendukung ekonomi dan pariwisata belum terbangun.

Karenanya, Burhanuddin mengutarakan dengan fakta seperti itu maka sebaiknya Kementerian Perhubungan mengembalikan penerbangan dari Bandara Kertajati ke Bandara Husein Sastranegara.

Lalu bagaimana dengan Bandara Kertajati?

Dia menegaskan sudah banyak investasi dan uang negara digelontorkan untuk membangun Bandara Kertajati. Karenanya, investasi itu tidak boleh idle (menganggur).

Tengku Burhanuddin mengemukakan upaya menggenjot bisnis di Bandara Kertajati semestinya harus berkelanjutan. Salah satunya melalui membangun fasilitas Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) khusus pesawat propeler di bandara tersebut.

Pembangunan MRO ini dapat melibatkan PT Dirgantara Indonesia (DI), Garuda Indonesia dan Lion Air. “Bahkan bila mungkin pindahkan PT DI ke Kertajati. Ketersediaan lebih luas lahan ketimbang di kawasan Husein Sastranegara, akan mendorong PT DI lebih banyak lagi melahirkan produk-produk baru pesawat,” ujarnya.

Dia meyakini bila ada MRO, lalu aksesibilitas dan fasilitas pendukung ekonomi terbangun maka Bandara Kertajati akan sangat diminati oleh publik dalam menggunakan jasa transportasi udara.

“Ketika kondisi itu terbangun, maka airline tidak perlu diminta atau dipaksa untuk terbang ke sana, mereka dengan sendirinya akan antre mengajukan rute-rute baru,” cetusnya.

(omy/awe).