press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 03:57 WIB

Tolak Kebijakan Bonus Dipangkas 50 Persen, Driver Gojek Ancam Mogok Massal

Redaksi | Rabu, 21/08/2019 16:21 WIB
Tolak Kebijakan Bonus Dipangkas 50 Persen, Driver Gojek Ancam Mogok Massal

PURWOKERTO (Aksi.id) – Pengemudi ojek online di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengancam akan menggelar aksi mogok massal atas bentuk protes dari pemangkasan bonus hingga 50 persen.

Hal itu diungkapkan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Banyumas Kompak pada saat audiensi dengan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendapa Si Panji Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019) malam.

“Tuntutan kami simpel, kami ingin bonus dikembalikan lagi kayak dulu. Sebelumnya bonus Rp 80.000 kalau tutup poin, yaitu 20 poin, sekarang dipangkas jadi Rp 40.000,” kata pengemudi Gojek dari Komunitas Driver Online Seluruh Masyarakat Banyumas Raya (D’semar) seusai audiensi.

Saat ini, di wilayah Banyumas, kata Bendot, ada sekitar 4.000 pengemudi Gojek.

Sedangkan untuk Gocar ada sekitar 500 hingga 600 pengemudi.

Pengemudi ojek online lain yang hadir dalam pertemuan tersebut, Purwono mengatakan, sebagian besar komunitas ojek online yang ada di Banyumas sepakat membuat tuntutan.

Apabila tuntutan tersebut tidak terpenuhi, mereka akan melakukan aksi mogok massal.

“Dari mayoritas komunitas, khususnya driver roda dua yang dikumpulkan setuju bikin tuntutan kepada Gojek. Di saat pemerintah mengeluarkan aturan mengenai tarif, Gojek justru memangkas bonus kita jadi 50 persen tanpa alasan yang jelas,” ujar Purwono.

Purwono mengatakan Banyumas Kompak juga menuntut agar menurunkan target yang dibebankan kepada pengemudi yang menjadi mitranya.

Pasalnya di wilayah Banyumas, belum banyak masyarakat yang menggunakan jasa tersebut.

“Tuntutan kita bonus Gojek kembalikan seperti semula. Kami meminta agar tidak semena-mena kepada driver, karena mereka jadi decacorn ujung tombaknya adalah driver, tanpa driver mereka bukan apa-apa,” kata Purwono.

Sementara itu Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan akan berupaya memfasilitasi tuntutan tersebut. Pasalnya, regulasi mengenai bonus di tangan penyedia aplikasi.

“Mestinya kalau bikin regulasi jangan mau menangnya sendiri, mendengarkan teman-teman di bawah, perhatikan kesejahteraan ojek online. Misal (ojek online) berhenti satu minggu saja, yang paling teriak ya operator,” kata Sadewo. [dan/tribunnews.com/foto: ist]

Keyword Gojek Grab