press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 11:39 WIB

Angkut 83 Kendaraan dan 111 Penumpang Termasuk 5 Bayi, Kapal Terbakar di Sumenep Madura

Dahlia | Jum'at, 23/08/2019 11:06 WIB
Angkut 83 Kendaraan dan 111 Penumpang Termasuk 5 Bayi, Kapal Terbakar di Sumenep Madura Foto: istimewa

SURABAYA (aksi.id) – Kapal Motor (KM) Santika Nusantara, rute Surabaya-Balikpapan, terbakar di perairan Masalembu, Sumenep, Madura, pada Kamis (22/8) pukul 20:45 WIB.

“KM Santika Nusantara diperkirakan terbakar di perairan Masalembu. Kejadian terbakar, Kamis malam, sekitar jam 20.45 WIB,” kata Humas Basarnas Surabaya Tholeb Valatehan, Jumat (23/8).

Berdasarkan manifes, KM Santika Nusantara berpenumpang 111 orang: 100 penumpang dewasa, 6 anak, dan 5 bayi. Selain itu ada 83 kendaraan yang diangkut.

“Info manifest 111 orang, Data POB ada penumpang dewasa 100 orang, penumpang anak 6 orang, penumpang bayi 5 orang,” ujar Tholeb.

Tholeb mengatakan proses evakuasi masih berlangsung, dan kabar terakhir sudah ada 53 penumpang yang diselamatkan menggunakan life raft (perahu penyelamat dalam kapal) lalu dipindahkan ke kapal penolong menuju Dermaga Tanjung Perak Surabaya.

“Sebanyak 53 penumpang di life raft sudah dievakuasi life raft, dan dipindahkan ke kapal penolong. Saat ini dalam perjalanan menuju Surabaya. Sementara sisanya, masih menunggu kapal-kapal yang melintas,” katanya.

“58 orang sisanya masih di atas kapal untuk menunggu evakuasi,” tambahnya.

Basarnas, kata Tholeb, juga telah mengerahkan KN SAR Laksamana milik Kantor SAR Banjarmasin, dan KN Cundamani milik KSOP Surabaya, untuk membantu proses evakuasi penumpang KM Santika Nusanatara yang terbakar.

Ia berharap proses evakuasi berjalan lancar, serta mengupayakan tak ada korban jiwa.

Tholeb mengatakan tim SAR mendapatkan tantangan dalam proses evakuasi yakni kondisi cuaca di mana angin kencang dan gelombang yang cukup tinggi

Hingga berita ini ditulis, upaya evakuasi masih berlangsung. Pihak Basarnas juga belum mengetahui penyebab musibah kebakaran itu.

“Saat ini sedang berlangsung proses evakuasi 58 orang POB KM Santika Nusantara secara bergantian oleh tiga sekoci KM Dharma Fery 7,” katanya soal proses evakuasi penumpang KM Santika Nusantara yang terbakar.

Kapal Izhar Terbakar

0b6180ce-8ff5-4f36-86bd-77e5791c6871_169
Sejumlah warga membantu memindahkan barang tidak terbakar saat terjadi peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Izhar di Perairan Bokori di Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/8) (ANTARA FOTO/BASARNAS)

Sebelumnya tujuh orang tewas, dan empat lagi diperkirakan masih menghilang setelah sebuah feri, Kapal Motor (KM) Izhar, terbakar di Perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dua di antara tujuh korban yang telah diidentifikasi tewas itu adalah balita.

Kasubpenmas Bidang Humas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi di Kendari, Sabtu, mengatakan identitas korban meninggal terungkap berdasarkan hasil visum Bidang Kedokteran Kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra.

“Dari tujuh orang korban meninggal dunia, enam orang telah diserahkan kepada keluarga yang menjemput di rumah sakit. Sedangkan satu orang yang masih berada di ruang pemulasaraan jenazah RS Bhayangkara Polda Sultra masih menunggu pihak keluarga dari Sulawesi Tengah,” kata Agus, Sabtu (17/8) seperti dikutip dari Antara.

Data Subbidkespol Biddokkes Polda Sultra menyebutkan tujuh korban meninggal, yakni Syamsiah Lewa (70) alamat sesuai kartu kependudukan Desa Bungkela Kecamatan Kalerowa Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Nurianti (45), alamat Desa Lalogombu Kecamatan Punggaluku Kabupaten Konawe Selatan dan Haikal (4) domisili Desa Lalogombu Kecamatan Punggaluku, Kabupaten Konawe Selatan.

Korban berikutnya adalah Salmia Lasimi (45) beralamat Jalan Imam Bonjol Kelurahan Alolama, Kota Kendari, Omang (38) warga Kampung Waru-waru Desa Puwaru Kecamatan Kalerowa, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Samuia (38) beralamat di Desa Werea Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dan seorang bayi Naura (2) yang berdomisili Kelurahan Mata, Kota Kendari.

KM Izhar itu terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Kendari menuju Salabangka, Sulawesi Tengah yang berada di Perairan Pulau Bokori, Konawe, Sultra pada Jumat (16/8) tengah malam.

Berdasarkan informasi, manifes kapal itu yang terdaftar adalah 50 orang. Namun, tim SAR dan warga menyelamatkan 61 orang termasuk tujuh yang meninggal. Selain itu, tim SAR pun masih mencari empat penumpang yang diduga masih hilang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan KM Izhar yang mengangkut 72 orang penumpang dan 8 orang nahkoda serta anak buah kapal (ABK).

Kompol Agus Mulyadi menyatakan nahkoda KM Izhar Sarluddin Abdul Razak (42) bersama para ABK telah diamankan polisi untuk kepentingan pemeriksaan.

“Penyidik intensif memintai keterangan awak kapal nahas tersebut sebagai wujud tanggung jawab hukum atas musibah yang merenggut nyawa penumpang,” kata Agus.

Selain memintai keterangan awak KM Izhar yang bertonase GT 89, penyidik akan memintai kesaksian penumpang selamat, penyelenggara pelayaran kepelabuhanan, khususnya administrator pelabuhan.

“Awak kapal masih status terperiksa. Penyidik masih membutuhkan alat bukti kuat untuk menguatkan tuduhan terjadinya pelanggaran pidana pelayaran,” ujarnya.

(ds/sumber antara/CNN)