press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 11:37 WIB

Dirgantara Indonesia Uji Terbang Pesawat CN-235

Dahlia | Jum'at, 23/08/2019 22:06 WIB
Dirgantara Indonesia Uji Terbang Pesawat CN-235 foto: suara merdeka

BANDUNG (aksi.id) – Untuk kali pertama PT Dirgantara Indonesia (DI) menerbangkan CN-235 Flying Testbed dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jumat (23/8). Langkah itu menjadi penanda optimalisasi pengembangan pesawat propeller multiguna tersebut.

Pasalnya, perseroan bakal menghadirkan pembaruan baik sistem maupun varian pesawat yang diproduksi termasuk fitur persenjataan (gunship). Mereka akan mematangkannya sebelum pesawat itu dijual secara massal melalui fasilitas FTB tersebut.

Menurut Dirut PT DI, Elfien Goentoro, kehadiran FTB tak terlepas dari pasar CN-235 yang masih terbuka lebar. Secara populasi, 284 pesawat hasil kerjasama CASA-IPTN ini sudah tersebar di seluruh dunia. Pesawat tersebut melakukan terbang perdana pada 1983.

Untuk menangkap peluang itu, mereka melakukan transformasi dengan melengkapinya melalui fasilitas FTB. “Kita yang paling fokus memproduksi di medium turboprop saat ini di dunia,” katanya sambil menyebut bahwa pihaknya tengah mengerjakan 4 unit pesawat serupa.

Direktur Produksi, M Ridlo Akbar menambahkan kehadiran FTB itu sebagai bagian ikhtiar dalam merespon dinamika teknologi pesawat mengingat sistem pesawat yang semakin berkembang.

Mereka pun membangun FTB yang berbasis varian awal pesawat baling-baling tersebut yakni CN-235-10 menjadi CN-235-220. Pembaruan sistem avionik seperti komunikasi, sistem kendali pilot, atau navigasinya pun dilakukan.

“Dengan memanfaatkan FTB pula kita akan membangun CN-235 versi gunship, kita juga akan melengkapi pesawat dengan flare untuk menghindari serangan. Semuanya kita uji dengan FTB terutama impaknya (penggunaan senjata) dalam operasionalnya,” jelasnya.

Untuk gunship, Ridlo Akbar menyebut bahwa Thailand sudah menyatakan ketertarikannya. Mereka pernah melayangkan permintaan pesawat yang dilengkapi persenjataan. Tak hanya itu, pesanan TNI AL pun disebutnya bakal menggunakan sistem avionik terbaru.

“Jadi (produknya) ini CN-235 yang dimodernisasi. Apalagi pesawat ini kan mempunyai sejumlah keunggulan bisa sebagai pengintai, patroli, hingga sebagai penyerang,” jelasnya.

Dalam terbang perdana itu, FTB piloti Captain Adi Budi Atmoko dan Captain Zulda Hendra. Take off sekitar Pukul 10.35, pesawat dengan tubuh bernuansa merah putih itu mengudara sekitar setengah jam. Seperti saat mulai terbang, tepuk tangan apresiasi dari karyawan membahana begitu CN-235 FTB itu melakukan fly pass kemudian mendarat mulus dan langsung menuju hanggar.(lia/sumber: suara merdeka)

Keyword

Artikel Terkait :

-