press enter to search

Sabtu, 19/10/2019 21:33 WIB

Luhut: Jokowi Jalin Kedekatan dengan 4 Konglomerat Dunia

Dahlia | Sabtu, 24/08/2019 16:14 WIB
Luhut: Jokowi Jalin Kedekatan dengan 4 Konglomerat Dunia Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (foto:istimewa)

Jakarta, (aksi.id) -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalin kedekatan dengan 4 konglomerat dunia. Hal itu dilakukan untuk membangun kepercayaan investor demi mengerek investasi di Indonesia.

"Dulu, kita nyari-nyari lalu saya bilang `Pak (Jokowi), ini saja. Kalau empat ini kita pegang itu sudah memberikan confidence (keyakinan) untuk yang lain-lain, termasuk yang menengah`," ujar Luhut saat berkunjung ke kantorCNNIndonesia.com, Jumat (23/8).

Pertama, kata Luhut, Jokowi membangun kedekatan dengan CEO Softbank Group Masayoshi Son. Son merupakan orang terkaya ke-2 di Jepang dan ke-43 di dunia versi Forbes 2019. Total kekayaannya mencapai US$21,3 miliar atau sekitar Rp302 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS),


Saat ini, SoftBank telah menyuntik dana untuk Grab Indonesia sebesar US$2 miliar atau setara dengan Rp28,4 triliun.

CEO Softbank Masayoshi Son. (REUTERS/Issei Kato).CEO Softbank Masayoshi Son. (REUTERS/Issei Kato).

Selain itu, Softbank juga mengungkapkan minatnya untuk berinvestasi dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia. Rencananya, investasi Softbank di Indonesia nantinya akan mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp71 triliun.

"Dana pensiun Jepang juga ditaruh di Masayoshi Son," ujar Luhut.

Kedua, membangun kedekatan dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk mengundang investasi dari Arab Saudi. Forbes menyebut MBS sebagai orang terkuat ke-8 di dunia pada 2018.

April lalu, Jokowi bertemu dengan MBS untuk membahas berbagai peluang kerja sama antara kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Arab Saudi tertarik untuk melakuan kerja sama di bidang energi dan pariwisata.

CEO Softbank Masayoshi Son. (REUTERS/Issei Kato).Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (REUTERS/Saudi Press Agency/Handout).

Ketiga, Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan (MBZ) yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA).

Saat MBZ berkunjung ke Indonesia pada Juli lalu, kedatangannya diterima oleh Jokowi.

"Saya lihat MBZ dengan Presiden (Jokowi) itu menjadi temanan baik," ujarnya. 

Di sela kunjungannya, MBZ menyaksikan penandatangan perjanjian komitmen investasi antara perusahaan Indonesia dan UEA. Salah satunya. perjanjian kerja sama antara Pertamina dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) terkait pengembangan fasilitas pengolahan minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Jokowi saat bertemu dengan Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan di Istana Bogor pada Juli 2019 lalu,Jokowi saat bertemu dengan Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan di Istana Bogor pada Juli 2019 lalu. (Dok. Biro Pers Sekretriat Presiden/Rusman).

Selain itu, sambung Luhut, UAE juga berniat untuk menggarap lahan pertanian di Kalimantan. Diketahui, total komitmen investasi UEA di Indonesia yang diteken saat itu mencapai US$9,7 miliar atau sekitar dengan Rp136 triliun.

Keempat, CEO Ping An Insurance Group Co Peter Ma Mingzhe. Ping An Insurance merupakan perusahaan asuransi terbesar di China. Tahun lalu, total asetnya mencapai 7,14 triliun yuan China atau sekitar Rp14 ribu triliun.

Luhut mengungkapkan Ping An Insurance menawarkan bantuan untuk mengevaluasi sistem Teknologi dan Informasi (TI) BPJS Kesehatan. 

 
CEO Ping An Insurance Group Peter Ma MingzheCEO Ping An Insurance Group Peter Ma Mingzhe. (AFP/MIKE CLARKE).

Artikel Terkait :