press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 11:37 WIB

Anies: Jakarta Aman Karena Rumah Bagi Semua Suku

Dahlia | Sabtu, 24/08/2019 22:23 WIB
Anies: Jakarta Aman Karena Rumah Bagi Semua Suku Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (foto:ist)

Jakarta, (aksi.id) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut sudah sejak lama Jakarta menjadi simpul berkumpulnya masyarakat dari berbagai suku, etnis, dan budaya. Kata dia, semua warga dari berbagai suku bersatu di Jakarta dan menjaga perdamaian di Ibu Kota demi terciptanya Jakarta yang aman dan tertib.

Anies mengatakan itu saat menghadiri pembukaan pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnis yang digelar oleh Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8).

"Jakarta menjadi salah satu simpul utamanya, dan masyarakat Betawi yang sudah puluhan tahun menjadi tuan rumah memfasilitasi sehingga suasana di sini adalah suasana yang nyaman dan salah satu sifat karakter masyarakat Betawi yang memungkinkan itu adalah kesetaraan," kata Anies 


Dia juga mengaku sangat bersyukur suasana di Jakarta saat ini aman dan tertib. Bahkan Jakarta telah menjadi rumah bagi setiap suku bangsa yang ada di Indonesia. 

"Kita bersyukur bahwa alhamdullilah suasana di Jakarta aman tertib dan kita ini sudah menjadi rumah bagi seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia," katanya. 

Adapun acara yang dibuka dengan menggunakan alat musim khas Papua, yakni Tifa ini digelar untuk mengenalkan keberagaman etnis dan budaya Indonesia. Berbagai tarian daerah pun ditampilkan dalam kegiatan ini. 

Saat Anies pertama kali tiba, dia disambut dengan barongsai yang menjadi ciri khas etnis Tionghoa dan ondel-ondel khas Jakarta. Tak hanya itu, dia juga disambut Tari Kecak yang merupakan tarian khas Bali.

Usai penyambutan, acara pun berlanjut pada penampilan Tari Mambri khas Papua. Penampil tarian ini merupakan anggota Badan Penghubung Provinsi Papua di Jakarta.

"Kitorang bersaudara, kita cinta Indonesia," kata para penari kompak di akhir penampilan mereka. 

Kemudian makanan khas berbagai etnis dan suku di Indonesia juga dijajakan dalam kegiatan tersebut, misalnya kue cincin dari Kalimantan, dodol Betawi, hingga Kaledo yang merupakan makanan khas Palu, Sulawesi Tengah.

Para Anggota Forum Pembauran Kebangsaan DKI Jakarta dari 34 provinsi dalam acara ini kemudian mengucapkan pernyataan sikap dalam kegiatan itu. Mereka berjanji menjaga keutuhan NKRI.

Mereka juga berjanji akan setia pada Pancasila serta meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan.

"Menciptakan harmonisasi atas pluralisme, etnis, suku, ras dalam bingkai Bineka Tunggal Ika. Mendukung Pemprov DKI dalam upaya menciptakan situasi kota Jakarta tetap aman, tenteram, damai, dan kondusif," demikian penggalan pernyataan sikap mereka.(lia/sumber:cnnindonesia)