press enter to search

Minggu, 26/01/2020 18:33 WIB

Dinas Bina Marga DKI dan PT KAI Sepakat Bangun Jalan Inspeksi Stasiun Pasar Minggu

Redaksi | Selasa, 27/08/2019 12:47 WIB
Dinas Bina Marga DKI dan PT KAI Sepakat Bangun Jalan Inspeksi Stasiun Pasar Minggu

JAKARTA (Aksi.id) – Proyek Pembangunan prasarana umum di jalan inspeksi Stasiun Pasar Minggu dijanjikan akan dilanjutkan pada tahun ini, sempat sebelumnya terbengkalai selama lima tahun.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Rakim, mengungkapkan, telah ada kesepakatan bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berdasarkan pertemuan di kantor Dinas Teknis Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 21 Agustus 2019.

Rakim mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, Dinas Bina Marga DKI dan PT KAI setuju atas adanya pembangunan jalan inspeksi itu.

Jalan inspeksi akan dibangun mulai dari perlintasan KA Volvo, Pejaten Barat, hingga perlintasan Kereta Api Poltangan, Pejaten Timur.

“PT KAI sudah menyetujui jika lahannya itu dijadikan jalan inspeksi sesuai rencana. Nantinya jalan itu menyambung dari perlintasan Volvo sampai Poltangan,” ungkapnya dihubungi pada Senin (26/8/2019).

Pembangunan jalan inspeksi tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Pasar Minggu.

Juga mengurangi kepadatan jalan permukiman di sekitar perlintasan KA, baik di perlintasan Volvo, Pejaten Barat, dan perlintasan KA Stasiun Pasar Minggu, Pejaten Timur.

Jalan inspeksi tersebut secara langsung menutup dua buah perlintasan KA tersebut.

Arus lalu lintas kendaraan dari arah Pancoran menuju Jagakarsa tidak lagi menumpuk di Jalan Raya Pasar Minggu, begitu juga dengan kendaraan dari arah Condet, Kramatjati, Jakarta Timur ke arah Jagakarsa.

“Kalau sudah dibangun itu lurus nantinya dari Kalibata tembus ke Jalan Pasar Minggu, tanpa harus lewat perlintasan kereta. Jadi dua perlintasan itu ditutup, kemacetan terurai dan resiko kemacetan di perlintasan bisa hilang,” jelasnya.

Walaupun Dinas Bina Marga DKI dan PT KAI telah sepakat dengan rencana pembangunan, proyek itu belum dapat dilakukan mengingat pemenang lelang belum didapatkan.

“Tetapi lewat dasar PKS (Perjanjian Kerja Sama) dalam waktu dekat pemenang tender bisa dapat, proyek optimis bisa jalan tahun ini,” tambahnya.

Lahan yang akan dijadikan jalan inspeksi telah dibebaskan dari bangunan liar oleh Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan pada akhir 2014 lalu.

Namun, lantaran tak segera dibangun, lahan itu sempat terbengkalai, dan kini dipenuhi lapak pedagang.

Bukan hanya Pedagang Kaki Lima (PKL) ataupun asongan, lahan kini diubah layaknya pasar dadakan.

Gubuk-gubuk pedagang mengisi setiap jengkal lahan mulai dari Jalan Masjid Al Makmur, tepatnya perlintasan KA Stasiun Pasar Minggu hingga menuju permukiman warga RW 08 Pejaten Timur.

Lahan kosong yang berada di di Jalan Swadaya I, tepatnya di sisi perlintasan Kereta Api (KA) Stasiun Pasar Minggu, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, juga dijadikan lokasi pembuangan sampah liar warga.

Warga pun cukup membayar Rp 2.000 untuk membuang sampah sepuasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sebuah truk milik Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan terlihat terparkir mantap di sisi Lokasi Penampungan Sampah Sementara (LPS).

Truk tersebut menutup pemandangan jorok dan kumuhnya sampah yang menggunung dengan luasan hingga sekitar 100 meter persegi.

Tumpukan sampah tersebut pun memancing kesadaran warga untuk membuang sampah sembarangan, terlebih adanya sebuah kotak sumbangan sebagai pengganti uang sampah. [dan/tribunnews.com/foto: ist]