press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 00:08 WIB

Gerindra Akui Prabowo dan Hashim Punya Lahan di Ibu Kota Baru

Redaksi | Selasa, 27/08/2019 13:03 WIB
Gerindra Akui Prabowo dan Hashim Punya Lahan di Ibu Kota Baru Prabowo Subianto. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Edhy Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra  mengakui, Prabowo Subianto dan adiknya Hashim Djojohadikusumo memiliki lahan di dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang telah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai lokasi ibu kota baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Namun Edhy mengaku tidak mengetahui secara detail keberadaan lokasi lahan-lahan tersebut.

"Ada sebagian, kita tidak tahu detailnya di mana-mana (saja). Peta lokasinya belum tahu, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Memang ada lahan kita di Penajam Paser Utara tetapi tidak tahu eksplisit spesifiknya di mana," kata Edhy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (27/8).

Meski begitu, dia menyatakan bahwa penunjukan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai ibu kota baru pengganti Jakarta tidak terkait dengan negosiasi politik antara Jokowi dan Prabowo usai Pilpres 2019.

"Saya pikir tidak (negosiasi politik), Presiden punya pemikiran lebih besar dari itu," katanya.

Edhy mengungkapkan bahwa lokasi ibu kota baru yang ditunjuk Jokowi tidak sesuai dengan usulan Gerindra yang mengusulkan ibu kota dipindahkan ke Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Edhy pun meminta publik tidak berpolemik terkait keberadaan lahan Prabowo dan Hashim di lokasi ibu kota baru.

Menurutnya, Prabowo siap mengembalikan lahan yang berstatus konsesi itu ke negara bila dibutuhkan, sebagaimana pernah diungkapkan Prabowo di Debat Pilpres 2019 lalu.

"Kalau diminta, lahan kami pun saya yakin Prabowo akan kasih," katanya.

Jokowi telah memastikan ibu kota baru berada di Kaltim menggantikan Jakarta. Jokowi beralasan Kaltim dipilih karena pertimbangan strategis dan kebencanaan.

Dua wilayah yang diputuskan jadi ibu kota baru adalah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara.

Pemilihan Kaltim, kata Jokowi, karena risiko bencana kecil terjadi. "Baik bencana banjir, gempa bumi tsunami, kebakaran hutan, dan gunung berapi," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).

Selain itu Kaltim dipilih karena lokasi geografisnya berada di tengah kepulauan Indonesia. "Ketiga dekat wilayah kota yang berkembang, Balikpapan dan Samarinda," katanya.

Jokowi menegaskan bahwa Jakarta akan tetap jadi prioritas pembangunan. Jakarta akan terus dikembangkan sebagai kota bisnis dan keuangan berskala regional dan global.

"Rencana Pemprov DKI jakarta yang dianggarkan Rp571 triliun tetap dilanjutkan," ujarnya. (ds/sumber CNN)