press enter to search

Selasa, 29/09/2020 11:53 WIB

Aulia Bunuh Suami dan Anak Tiri Terancam Hukuman Mati

Redaksi | Kamis, 29/08/2019 11:12 WIB
Aulia Bunuh Suami dan Anak Tiri Terancam Hukuman Mati Kapolda Jabar mengungkap kasus pembakaran dua mayat dalam mobil di Sukabumi. (ist)

BANDUNG (Aksi.id) - Polisi telah menetapkan 4 tersanka pelaku pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan Adi Pradana alias Dana. Keempat pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

Keempat tersangka itu, yakni Aulia Kusuma (35) yang merupakan istri Pupung, Geovanni Kelvin (25), Kusmawanto Agus, dan Muhammad Nur Sahid.

Kasus ini bermula saat warga di Kampung Bondol, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi menemukan dua mayat dalam keadaan hangus dalam sebuah mobil. Sebelum dibakar, kedua korban dibunuh terlebih dulu oleh pelaku di kediamannya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Punya Utang Rp10 M

Aulia Kesuma, otak pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan Adi Pradana alias Dana (23) memiliki utang hingga Rp10 miliar. Setiap bulannya, Aulia harus membayar utangnya tersebut sebesar Rp200 juta ke 2 bank yang berbeda.

"Rp 10 miliar (total utang), Rp 7 miliar di Danamon, Rp 2,5 miliar di BRI dan Rp 500 juta di kartu kredit,” ucap Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Rabu (28/8).

Aulia sempat meminta Pupung untuk menjual rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk membayar utang. Namun Dana yang merupakan anak tiri Aulia, menolaknya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebut motif Aulia Kesuma (35) membunuh dan membakar jenazah Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan Adi Pradana alias Dana (23) tak hanya soal utang piutang.

Menurut Rudy, Aulia dan Pupung pernah terlibat cekcok permasalahan penjualan rumah mereka di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dia menyebut, awalnya Aulia dan Pupung sama-sama memiliki utang dan sepakat untuk menjual rumah yang ditempatinya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"(Pelaku) itu mengaku punya utang, dan suami (korban) juga punya utang, mereka sepakat menjual rumah, rumahnya kan besar. Tapi pembagian itulah yang menjadi masalah," kata Rudy, di kantornya, Rabu (28/8).

Namun, seiring berjalannya waktu, pembagian keuntungan antara korban dan pelaku menjadi masalah. "Jadi masalahnya sengketa pembagian penjualan rumah," ujar Rudy.

Para pembunuh Pupung Sadili dan Dana sempat bertemu di sebuah apartemen di Jakarta Selatan sebelum melancarkan aksinya. Dalam pertemuan itu, Aulia meminta mantan pembantunya untuk mencari pembunuh bayaran. Hasilny, empat eksekutor didatangkan dari Lampung.

“Jadi kemarin setelah kita lakukan penyelidikan kita juga berkordinasi dengan Polda Jabar bahwa ternyata kasus ini sudah direncanakan di salah satu apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

“Jadi setelah pertemuan tersebut di apartemen melakukan menghubungi pembunuh di Lampung, mencari orang untuk menjalankan kegiatan menghabisi nyawa orang,” lanjutnya.

Kelvin Bukan Anak Aulia

Sebelumnya, disebutkan Kelvin merupakan anak dari Aulia. Tapi, hal itu terasa janggal karena jarak usia keduanya hanya 10 tahun.

Setelah diselidiki, polisi menemukan fakta bahwa Kelvin bukannya anak dari Aulia. Kelvin merupakan keponakan Aulia Kesuma.

"Tersangka AK ini ada yang bertanya kenapa umurnya terpaut 10 tahun (dengan Kelvin). Itu bukan anaknya tapi itu keponakan, bukan anaknya. Itu (Aulia) tantenya (Kelvin)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (ds/sumber kumparan)