press enter to search

Sabtu, 19/10/2019 21:45 WIB

KASBI: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Cekik Leher Buruh di Daerah

Redaksi | Kamis, 05/09/2019 10:49 WIB
KASBI: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Cekik Leher Buruh di Daerah Massa dari Kesatuan Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) saat melakukan aksi di depan Istana Merdeka. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Pemerintah segera menaikan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2020. Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitoslantas memikirkan, bagaimana nasib para buruh di daerah yang mendapatkan upah kecil.

Nining mengatakan, seorang buruh yang sudah berkeluarga, mau tidak mau harus membayar iuran BPJS untuk keluarganya juga. Dengan naiknya iuran BPJS Kesehatan, justru malah makin mencekik leher terutama bagi para buruh daerah.

"Bagaimana dengan buruh di daerah-daerah yang upahnya masih Rp1,6 juta. Belum lagi dia harus menanggung beban kebutuhan hidup sehari-sehari," kata Nining, Kamis (5/9/2019).

Sebelum iuran BPJS Kesehatan dinaikan, pemegang kartu iuran BPJS kelas 1 harus membayar Rp80 ribu per bulan, kelas 2 membayar Rp59 ribu dan kelas 3 kudu membayar Rp25 ribu per bulan.

Bagi buruh pemegang kartu BPJS Kesehatan kelas 1 misalnya, harus membayar empat kali dari iuran tersebut karena termasuk dengan iuran anggota keluarga lainnya.

Dalam kondisi seperti itu, Nining menilai akan menyusahkan buruh yang mendapat upah kecil. Selain itu ia menyebut naiknya biaya lainnya seperti kebutuhan listrik hingga BBM akan semakin membuat hidup buruh semakin susah.

"Itu sebenarnya sudah menjadi beban bagi rakyat apalagi ditambah dengan kenaikan BPJS sekarang yang dari Rp 80 ribu sampai Rp 160 ribu, ya," ujarnya.

"Belum lagi dia harus menanggung beban kebutuhan hidup sehari-hari, itu kan penderitaan kemiskinan yang paling dalam dilakukan negara," Nining menambahkan.

Untuk diketahui, pemerintah akan menerapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2020 terhadap peserta non Penerima Bantuan Iuran (PBI) yakni dari sebelumnya Rp80.000 menjadi Rp160.000 untuk kelas I, dari sebelumnya Rp51.000 menjadi Rp110.000 untuk kelas II, dan dari sebelumnya Rp25.500 menjadi Rp42.000 untuk kelas III. (ds/sumber suara.com)

Artikel Terkait :

-