press enter to search

Minggu, 22/09/2019 04:18 WIB

Begini Komentar Mengharukan Ibunda Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Wafat Ditusuk Bajingan

Dahlia | Sabtu, 07/09/2019 19:06 WIB
Begini Komentar Mengharukan Ibunda Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Wafat Ditusuk Bajingan Foto: ilustrasi

KUNINGAN (aksi.id) - Keluarga besar Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, berduka. Santri terbaiknya, Muhammad Rozien (17 tahun), meninggal dunia setelah ditusuk orang tak dikenal di Kota Cirebon, Jumat (6/9) sekitar pukul 20.30 WIB. 

Kepolisian dari Polres Cirebon Kota pun tengah menyelidiki kasus tersebut. Mereka kini sedang memburu pelaku yang telah menewaskan santri yang duduk di kelas XII IPA Ponpes Husnul Khotimah tersebut.  

Peristiwa itu terjadi saat Rozien yang berasal dari Banjar Baru, Kalimantan Selatan, hendak menjemput ibundanya yang akan datang dari Kalimantan Selatan. Karena itu, dengan ditemani santri lainnya, Qisthan Gazhi (17), korban telah janjian dengan ibundanya untuk bertemu di Jalan Cipto Kota Cirebon.  

Saat itulah, korban tiba-tiba didatangi orang tak dikenal, yang memiliki ciri bertato di leher dan tangannya. Orang bertato tersebut kemudian bertanya kepada korban apakah korban telah memukul temannya. Korban pun menjawab tidak tahu.  

Orang bertato itu bahkan mengarahkan senjata tajam jenis pisau ke arah korban. Melihat hal tersebut, teman korban segera pergi untuk meminta tolong kepada warga di sekitar lokasi. 

Namun, teman korban terkejut saat kembali ke lokasi ternyata korban sudah tergeletak dengan memegang dada sebelah kanan yang mengeluarkan darah. Korban diduga ditusuk menggunakan pisau yang dibawa orang bertato tersebut. 

Hanya selang beberapa menit setelah peristiwa itu, ibunda korban yang baru datang dari Kalimantan Selatan pun tiba di lokasi kejadian. Terkejut melihat anaknya tergeletak dengan luka tusuk di dada sebelah kanan, ibu korban langsung membawa korban ke RS Gunungjati Kota Cirebon. 

Namun, sesampainya di Ruang UGD RS Gunungjati, korban meninggal dunia. ‘’Saat ini kami masih mencari pelakunya,’’ ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, Sabtu (7/9).  

Roland menyatakan, pihaknya telah meminta keterangan saksi yang bersama korban. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan CCTV yang ada di sekitar lokasi. ‘’Dari keterangan saksi, pelaku (memiliki ciri) bertato di tangan dan lehernya,’’ terang Roland. 

Roland menyatakan, pihaknya sedang berusaha mencari tahu gambar dari tato yang ada di leher dan tangan pelaku. Diharapkan, dari informasi itu nantinya bisa terungkap dari kelompok mana pelaku berasal.

Komentar Ibunda

Pukul 03.00  Muhammad Rozien dishalatkan. hampir seluruh santri ikut menshalatkan. Semua terisak, apalagi tatkala ibundanya memberikan sambutan.

Ibunya mengatakan bahwa beliau bersaksi bahwa anak-anaknya mencintai husnul khotimah dan apa-apa yang di dalamnya. Beliau bersaksi bahwa anaknya adalah anak yang berbakti kepada orangtua.

 

Di akhir hidupnya dia tidak mau menyusahkan orangtua. Itu terbukti dialah yang meminta ibunya untuk menunggu di seberang jalan, biar dia yang nyamperin ibunya, biar mobil yg membawa ibunya tidak berputar lagi.

Tapi di tengah dia menghampiri ibunya, seseorang yang tidak bertanggungjawab tiba-tiba melukainya hingga ia harus dibawa ke Rumah Sakit. Singkat cerita Kak Rozien harus dipulangkan ke kalimantan, ah tidak... dia dipulangkan bukan ke kalimantan, tapi ke surga

Subhanallah, walau dalam kondisi duka yang mendalam, ibunda Rozien masih sempat menitipkan permintaan terakhir putranya, “ ini bingkisan (oleh-oleh) untuk dibagikan ke teman-teman kamar Rozien” . Ternyata itu adalah oleh-oleh terakhir dari Rozien, Ia meminta ibunya untuk membawakan oleh-oleh buat teman-temannya.

Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima setiap amal ibadahnya dan dijadikan syahid dijalanNya. Aamiin