press enter to search

Rabu, 11/12/2019 02:50 WIB

Kopi Asal Semarang Diekspor ke Jepang hingga Arab

Dahlia | Minggu, 08/09/2019 21:48 WIB
Kopi Asal Semarang Diekspor ke Jepang hingga Arab Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Komoditas kopi di Indonesia semakin mentereng. Terlebih lagi bisnis kedai kopi sangat menjamur di Indonesia. Para petaninya pun mulai kembali bergairah untuk menggarap lahan kopi. 

Seperti di Doesoen Sirap, Semarang. Desa ini hampir 80%-nya adalah petani kopi. Sementara sisanya pedagang dan buruh. Mereka mengelola 35 hektar kebun kopi, baik itu robusta maupun arabica.

Ketua Kelompok Petani Rahayu Empat Desa Kelurahan Ngadiyanto mengatakan, per tahunnya desa ini bisa menghasilkan 1.200 ton biji kopi dalam satu tahun.

"Itu tahun lalu cuacanya lagi bagus, makanya bisa sampai 1.200 ton," kata Ngadiyanto dalam keterangannya.

Menariknya, biji kopi tersebut diekspor ke Jepang, Korea Selatan, China hingga Arab. Produk itu diekspor melalui eksportir PT Taman Delta Indonesia. Dari total biji kopi yang dihasilkan 25% diekspor sisanya dijual di dalam negeri baik dalam bentuk biji kopi, kopi bubuk hingga produk minuman kopi seduh untuk wisatawan yang datang. 

Sementara produk kopinya juga mulai dibeli oleh distributor yang diserap oleh kedai kopi lokal. Apalagi saat ini bisnis kedai kopi sangat menjamur di Indonesia.

Desa Sirap memang sudah menjadi kawasan wisata. Desa ini mendapatkan bantuan dari BCA untuk mengembangkan potensi wisatanya. Selain lokasi yang ditata rapih, penduduk sekitar juga mendapatkan pelatihan untuk mengelola kawasan menjadi tempat wisata. (Lia/sumber:detik)