press enter to search

Minggu, 22/09/2019 04:59 WIB

Tergusur Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi, Ribuan Warga Kebingungan Cari Tempat Tinggal

Dahlia | Selasa, 10/09/2019 13:02 WIB
Tergusur Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi, Ribuan Warga Kebingungan Cari Tempat Tinggal Foto: istimewa

BOGOR (aksi.id) – Ribuan warga yang terdampak pembangunan jalur ganda kereta api menghubungkan Bogor-Sukabumi dipastikan akan kehilangan tempat tinggal akhir 2019. Mereka berharap Pemerintah Kota Bogor dapat hadir dengan menyediakan tempat relokasi sementara selama proses penggusuran berlangsung.

Unen, perwakilan warga RT 4, RW 8, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan mengatakan, ada 39 warga di RT 4 yang terdampak proyek jalur ganda tersebut. Setelah menerima sosialisasi dari pemerintah, mayoritas dari masyarakat terdampak mulai mencari alternatif tempat tinggal.

“Warga sendiri juga masih bingung, mereka (enggak) kepikiran mau tinggal di mana setelah digusur. Memang ada uang kerahiman, tetapi cari rumah di Kota Bogor kan enggak segampang itu,” ujar Unen kepada “PR”, Senin, 9 September 2019.

Unen menyatakan, mayoritas warga memang pasrah rumahnya akan tergusur. Mereka paham lantaran selama puluhan tahun telah menempati bangunan liar di sempadan jalur kereta api.

Namun demikian, Unen berharap Pemkot Bogor juga tidak berpangku tangan. Sejauh ini, warga juga cukup taat membayar pajak bumi dan bangunan untuk Kota Bogor. Masyarakat terdampak meminta Pemkot Bogor memberikan solusi, salah satunya menyediakan lokasi relokasi bagi warga terdampak.

“Warga pengennya bisa dibangunkan rumah lagi, nanti warga mencicil. Ya, rusun-rusun enggak apa-apa kaya di Jakarta itu. Coba bisa dibayangkan ini yang terdampak 1.000 lebih rumah, cari kontrakan juga enggak gampang,” katanya.

Warga lainnya, Irma Ramadiyanti, dari Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, juga mengaku pasrah jika rumah yang sudah ia tempati sejak lahir akan digusur. Irma sadar rumahnya memang dibangun di lahan milik PT KAI.

“Kalau memang semua rumah harus digusur, pengennya dana kerahiman dari PT KAI bisa lebih besar untuk mencukupi beberapa tahun lah. Nyari rumah kan lama, agak susah, apalagi sekarang harga-harga mahal. Suami saya juga habis kontrak kerja, saya bingung,” ujar Irma.

Ia mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui berapa nominal dana kerahiman yang akan dterima. Proses pemberian biaya kompensasi tersebut nantinya akan melalui fase verifikasi dengan menilai fisik bangunan, nilai bongkar, nilai sewa, dan nilai mobilisasi. Penetapan tersebut dilakukan oleh Kantor Jasa Penilaian Publik, konsultan yang ditunjuk oleh pemerintah.

Menhub: Kelar November 2019

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengecek langsung pembangunan Jalur Ganda (double track) Bogor – Sukabumi. Menhub memastikan bahwa proyek double track ini selesai pada November 2019.

Menhub mengatakan Sukabumi salah satu kabupaten yang memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa. Dan Presiden Jokowi berulang-ulang memberikan arahan kepada dirinya untuk dibuat kemudahan akses menuju Sukabumi.

“Saya dan pak Basuki membangun prasarana di Sukabumi mulai dari Jalan Tol, Doubel Track Kereta Api dan Bandara dan juga melakukan revitalisasi pelabuhan,” kata Menhub, Kamis (4/4/2019).

Dijelaskan Menhub pembangunan Doubel Track ini bukan hanya membangun, tapi juga mengurangi drajat kemiringan dari 25 menjadi 23. Pembangunan yang dilakukan sejauh 7 km ini, kereta api yang tadinya ada 6 gerbong bisa menjadi 8-9 gerbong.

“Kami juga sudah menghibahkan lokomotif kepada PT KAI, dan ini kapasitasnya akan dinaikan menjadi dua kali lipat. Sehingga baik penumpang maupun barang bisa naik tiga kali lipat,” Ujarnya.

Mantan Dirut AP II ini mengatakan dengan fokusnya pembangunan ini bisa memudahkan bagi masyarakat maupun pelaku industri yang membuat kesejahteraan Sukabumi ini semakin besar.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada H Sutarman yang sudah menghibahkan tanahnya kepada pemerintah. Ini suatu perbuatan terpuji dan ini bisa menjadi contoh bagi yang lain, supaya proyek-proyek yang lain bisa lancar,” ungkapnya.

Menhub memastikan bahwa proyek double track ini selesai pada bulan November 2019. Dan tahun depan akan dilanjutkan proyek 8 km, dan akan dilakukan setiap tahun.

“Harapan besar pemerintah proyek ini bisa memudahkan akses warga Sukabumi dan juga memberikan pekerjaan bagi masyarakat untuk mendapat penghasilan lebih,” Tegasnya.

Diketahui proyek pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Antara Bogor – Sukabumi (sepanjang 57 Km) merupakan Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Perpres No. 56 Tahun 2018, dimana kegiatan pekerjaannya dimulai dari Tahun 2018 dan ditargetkan selesai dan beroperasi pada Tahun 2021.

Pada Tahun 2018, pada tahap pertama pembangunan jalur ganda ini, dimulai dari pembangunan jalur ganda lintas Cigombong – Cicurug Tahap I sepanjang 7,5 Km dan akan dilanjutkan di Tahun 2019 untuk Lintas Cigombong-Cicurug Tahap II.

“Saya menyampaikan Terima Kasih kepada segenap masyarakat yang terdampak penertiban dan pembebasan lahan guna memperlancar pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Bogor – Sukabumi ini, khusunya Bapak H. Parman yang telah mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umum untuk digunakan jalan akses dan pembangunan Madrasah,” tandasnya.

(ahmad).