press enter to search

Minggu, 22/09/2019 04:41 WIB

Potensi Pasar Properti di Kaltim Terbuka Lebar

Redaksi | Rabu, 11/09/2019 16:43 WIB
Potensi Pasar Properti di Kaltim Terbuka Lebar Foto: Ilustrasi/tribunnews.com

JAKARTA (Aksi.id) - Semenjak diumumkannya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara yang baru, potensi pasar properti di daerah tersebut semakin terbuka lebar. Termasuk juga dengan properti sewa yang bisa diserap oleh pendatang baru yang pindah dari Jakarta.

Sebelumnya, disebutkan bahwa akan ada 10 lembaga yang pindah, dari istana presiden, lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif, serta perwakilan-perwakilan negara atau kedutaan besar.

Adapun, menurut hitungan Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang P.S. Brodjonegoro, akan ada 1,5 juta penduduk yang akan pindah ke ibu kota baru. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan jumlah pegawai negara dan keluarganya.

Dengan data tersebut, Rumah123.com menyebutkan bahwa pasar properti sewa di sekitar ibu kota negara baru kelak juga akan ikut bertumbuh, lantaran kebutuhan properti yang juga akan terus naik.

Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik mengatakan bahwa kebutuhan properti para pendatang akan sulit untuk dipenuhi negara dan juga perusahaan pengembang swasta. Pegawai bank sentral, staf kedutaan besar negara asing, dosen, peneliti, dan para pekerja lain membutuhkan hunian.

Selain itu, perusahaan asing dan nasional pula pastinya akan membuka kantor perwakilan di ibu kota baru, termasuk media massa nasional. Hal ini membuka peluang untuk investor berinvestasi properti sewa.

“Untuk memenuhi kebutuhan hunian jutaan orang dalam waktu 5 tahun tentunya sulit, hal ini bisa membuka peluang menguntungkan bagi investor yang sudah punya atau akan membangun rumah karena nantinya bisa disewakan pada pendatang yang bekerja di IKN,” ungkapnya melalui laporan tertulis, Selasa (10/9/2019).

Kendati demikian, Maria mengungkapkan bahwa imbal hasil dari penyewaan rumah memang tidak akan besar. Selain rumah, yang menjadi potensi lainnya adalah rumah indekos.

Rumah indekos atau rumah petak juga akan menjadi incaran para pendatang yang datang ke suatu kota. Menurut Maria, masih banyak orang yang bakal memilih untuk menyewa kamar kos atau rumah petak.

“Yang saat ini sudah punya hunian bisa menjadikan rumahnya sebagai indekos yang lengkap dengan fasilitas bak apartemen studio atau hotel berbintang. Fasilitas seperti pendingin udara, wifi, dan lainnya. Indekos seperti ini biasanya menjadi buruan para penyewa,” jelasnya.

Kemudian, investasi selanjutnya yang tak kalah baik potensinya untuk dikembangkan adalah apartemen. Meskipun sampai saat ini belum ada pengembang besar yang berencana membangun apartemen tepat di ibu kota baru baru, ke depannya produk ini juga akan menjadi incaran para pendatang.

“Mungkin kalau masterplan ibu kota baru selesai pada 2020 mendatang, ada developer besar yang akan membangun apartemen atau superblok,” lanjut Maria. [dan/bisnis.com]