press enter to search

Sabtu, 19/10/2019 21:21 WIB

Warga Rela Kepanasan Mengantar Kepergian Habibie

Redaksi | Kamis, 12/09/2019 12:41 WIB
Warga Rela Kepanasan Mengantar Kepergian Habibie Beberapa warga menunggu diadakannya acara pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie di TMP Kalibata. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Warga terlihat berbondong-bondong menunggu acara pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Mereka, yang datang dari berbagai wilayah, menunggu TMP dibuka sambil kepanasan berdiri di bawah terik sinar matahari Jakarta. Beberapa warga terlihat membawa payung.

"Saya datang dari Jauh, Cibubur. Kami ingin menyaksikan pemakaman Profesor Insinyur BJ Habibie," kata Zahra Dhabhita (42), di gerbang TMP Kalibata.

Dia mengaku berangkat dari kediamannya pukul 06.00 WIB dan tiba di TMP Kalibata tiga jam kemudian. Zahra membawa anak serta ibunya dari rumah.

Saat mulai membicarakan tentang Habibie, Zahra terlihat menahan isak tangisnya. Menurutnya, Habibie merupakan tokoh yang sangat membanggakan Indonesia. Panas terik pun rela ia hadapi demi datang ke pemakaman tokoh idolanya itu.

"Tidak kenapa-kenapa [walau cuaca panas]. Saya sekeluarga rela menyaksikan momen bersejarah ini. Bagi saya Pak Habibie merupakan tokoh yang sangat membanggakan Indonesia dan kepergiannya sangat berat untuk kami serta bangsa," Ucap Zahra sambil menahan isak tangis.

Zahra juga mengaku mengizinkan anak perempuannya yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama untuk tidak sekolah pada hari ini demi mengikuti acara pemakaman BJ Habibie.

"Saya sengaja bawa anak saya, untuk menyaksikan momen bersejarah ini, jadi tidak sekolah dulu hari ini," Tuturnya.

Tak hanya Zahra, aktivis Ade Fahri pun turut ikut berpanas-panasan menunggu dibukanya pintu masuk menuju TMP.

"Ya, saya datang ke sini, sudah setengah jam menunggu untuk melihat kepergian beliau," Ujarnya.

Menggebu-gebu, Ade mengungkapkan perasaannya terhadap Habibie yang menurutnya merupakan salah satu tokoh yang sangat diidolakannya di Indonesia.

"Saya sangat mengidolakan beliau, menurut saya beliau memiliki keilmuan yang banyak, termasuk dalam pembuatan pesawat, saya salut sama beliau," Ujarnya.

Ade pun menjelaskan bahwa dirinya sempat terharu saat mendengar berita tentang wafatnya Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB.

Di tempat yang sama, warga Palu, Asrul (23), mengaku sosok BJ Habibie menjadi inspirasi baginya saat melaksanakan studi.

"Saya nunggu sudah sejam setengah, tapi enggak apa-apa. Bagi saya Pak Habibie itu sangat menginspirasi bagi saya pada saat saya belajar juga. Anak bangsa termasuk saya itu terinspirasi dengan hasil-hasil karya serta kerja beliau," tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, pintu masuk bagi warga yang ingin mengikuti prosesi pemakaman BJ Habibie masih ditutup karena sedang proses sterilisasi area serta gladi resik upacara pemakaman. Rencananya, upacara dimulai pukul Kamis (12/9) siang ini. (ds/sumber CNN)