press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 04:13 WIB

Malaysia Minta Ganti Rugi ke Indonesia Terkait Asap Karhutla

Redaksi | Jum'at, 13/09/2019 11:18 WIB
Malaysia Minta Ganti Rugi ke Indonesia Terkait Asap Karhutla Ilustrasi. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Kabut asap pekat di Pekanbaru makin parah. Hari demi hari jarak pandang terus menurun drastis. Kabut asap terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota tersebut.

Banyak yang terdampak dari kabut asap ini. Bahkan negara tetangga, Malaysia juga turut terkena kabut asap. Lantas bagaimana kondisi akibat kabut asap? Berikut ulasannya:

Malaysia Minta Ganti Rugi

Kabut asap datang lagi. Pembakaran lahan di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan kembali terjadi. Negara tetangga Malaysia meradang.

Malaysia menyerukan agar Indonesia membayar ganti rugi atas asap kebakaran hutannya yang menimbulkan jerebu (kabut asap) di Malaysia. Pemerintah Malaysia harus menagih biaya 500.000 masker wajah untuk dikirim ke Sarawak.

"Sampai mereka menderita secara ekonomi, mereka tidak akan menganggap serius keluhan kami," kata Wakil Menteri Negara Bagian Sarawak, Malaysia, Tan Sri James Masing, mengomentari kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan, seperti dilansir laman Malay Mail, Rabu (11/9).

400 Sekolah Diliburkan

Kabut asap di Pekanbaru berdampak ke negara tetangga Malaysia. Negeri Jiran itu sampai meliburkan sekitar 400 sekolah akibat udara tidak sehat.

Kementerian Pendidikan Malaysia hari ini mengatakan, pihak berwenang memerintahkan untuk menutup sekolah di Negara Bagian Sarawak setelah kualitas udara di sana dikabarkan menjadi "sangat tidak sehat", yaitu antara 201-300 pada indeks kualitas udara.

Tak hanya Malaysia, kabut asap juga melanda provinsi sebelah selatan Filipina dan Songkhla di Thailand.

Jarak Pandang Hanya 500 Meter

Udara di Pekanbaru mulai menguning di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang juga sangat terbatas hanya 500 meter.

"Jarak pandang di Pelalawan hanya 500 meter hari ini, sedangkan di Rengat Indragiri Hulu 800 meter," ujar Staf Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, kepada merdeka.com Kamis (12/9).

Kabut asap bersumber dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Riau. Paling parah terjadi di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan.

Bisnis Hotel Terdampak

Bisnis perhotelan di Kota Pekanbaru mulai terdampak kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir ini. Jika tidak ada kabut asap, ada 110 orang dari rombongan kementerian tersebut yang sudah memesan kamar sekaligus ruangan untuk acara.

"Kabut asap ini sudah berdampak ke okupansi hotel. Rombongan dari instansi kementerian di Jakarta baru saja membatalkan reservasi karena kondisi asap tidak sehat," kata Marketing Komunikasi Hotel Prime Park Pekanbaru, Retmon Bensal Putra. (ds/sumber antara/merdeka)