press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 22:28 WIB

Pesta Miras di Tempat Keramat, Renggut 3 Nyawa dan 8 Sekarat di Malang

Redaksi | Selasa, 17/09/2019 14:04 WIB
Pesta Miras di Tempat Keramat, Renggut 3 Nyawa dan 8 Sekarat di Malang Penguburan warga tewas tenggak miras. (ist)

MALANG (Aksi.id) - Pesta miras oplosan merenggut 3 nyawa dan 8 orang sekarat di Kota Malang, Jawa Timur. "Yang kritis masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit," kata  Sugeng, Ketua RT 01/ RW 09 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Selasa (17/9).

Menurut dia, usai menggelar kerja bakti mempersiapkan panggung untuk acara bersih desa, beberapa warga yang sebagian anak muda membeli minuman keras.

Pesta miras berlangsung Sabtu (14/9) malam di punden (tempat keramat), lokasi acara bersih desa yang akan digelar keesokan harinya.

"Minumnya tidak pada acaranya, tapi saat mempersiapkan akan bersih desa. Katanya minum-minuman, saya tidak tahu yang diminum jenis apa di patirtan Punden sana," kata Sugeng di sela takzizah di rumah korban, Selasa (17/9).

Jenis minuman yang dikonsumsi diduga jenis oplosan yang dikemas dalam botol air mineral. Usai kejadian terebut tiga orang meninggal dunia dengan didahului muntah-muntah dan mual.

Korban meninggal dunia secara berurutan bernama Agus (32), Rizal (25) dan Warnu (65). Agus meninggal Senin (16/9) disusul kemudian Selasa (17/9), Rizal dan Warnu.

Saat korban Agus meninggal dunia baru dicurigai kalau penyebabnya diduga pesta minuman keras. Seluruh peserta minuman keras saat itu didata dan mereka yang sebagian sudah mual-mual dan muntah diminta untuk periksa ke rumah sakit.

"Kemarin sore ada yang meninggal dunia, terus lainnya masuk ke rumah sakit. Semuanya yang ikut acara minum langsung diminta kontrol semuanya," jelasnya.

Mereka mengeluh pusing, pandangan kabur dan sesak napas. Hasil pendataan sementara, jumlah keseluruhan yang mengikuti pesta miras sekitar 12 orang. Sisanya masih perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSUD) dan RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Bahkan saat menjelang proses pemakaman salah seorang warga juga mengalami pusing-pusing dan muntah. Warga tersebut diketahui sebagai peserta pesta miras dan langsung mendapatkan pertolongan dengan dilarikan ke rumah sakit.

Adik sepupu korban Agus, Trisna menceritakan, kalau kakaknya itu baru saja pulang dari Yogyakarta, terus diajak gabung untuk kerja bakti. Keluarga tidak mengetahui jika mereka menggelar pesta minuman keras.

"Kita tahunya tidur usai dari acara itu, bantalnya kok sampai ke tengah, terus kita bangunkan kondisinya sudah meninggal dunia," katanya.

Keluarga tidak bisa memberikan banyak pertolongan, dan saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah lemas.

Sementara itu, acara bersih desa sendiri tetap berlangsung sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, Minggu (15/9). Acara tersebut merupakan acara budaya yang digelar setiap tahun. (ds/sumber merdeka)