press enter to search

Kamis, 17/10/2019 17:02 WIB

Kebakaran Hebat di Agats Papua, 897 Warga Kehilangan Tempat Tinggal :

Redaksi | Selasa, 17/09/2019 21:40 WIB
Kebakaran Hebat di Agats Papua, 897 Warga Kehilangan Tempat Tinggal :    Kebakaran di Agats Papua. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Sebanyak 255 kepala keluarga atau 897 jiwa kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha mereka akibat kebakaran hebat yang melanda Kota Agats, Ibukota Kabupaten Asmat, Papua, Selasa (17/9).

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan, jumlah bangunan berupa rumah warga, rumah toko (ruko), kios dan lain-lain yang terbakar mencapai lebih dari 100-an unit. Hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Asmat.

"Selama 18 tahun saya bermukim di Asmat, musibah kebakaran kali ini merupakan yang paling besar. Upaya pertolongan agak sulit dilakukan karena kejadiannya subuh saat orang masih terlelap," kata Bupati Kambu.

Hingga kini, Polres Asmat masih menyelidiki penyebab kebakaran hebat yang bermula dari Jalan Yos Sudarso pada sekitar pukul 02.00 WIT tersebut dan merambat hingga ke Jalan Muyu, Jalan Ayam Kecil dan Jalan Dolog itu.

"Saya belum mendapat informasi dari polisi, yang pasti tidak ada sabotase. Kebakaran ini memang murni musibah," kata orang nomor satu di Kabupaten Asmat itu.

Bupati menjelaskan saat ini Pemkab Asmat membuka dua posko dapur umum sekaligus tempat penampungan sementara warga yang menjadi korban kebakaran di Agats tersebut.

Posko pengungsian tersebut didirikan di Masjid An Nur Agats dan di Balai Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat.

Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agats Asmat, Pastor Linus Dumatubun yang dihubungi terpisah mengatakan jajarannya juga melakukan pendataan warga yang terdampak bencana kebakaran di Kota Agats pada Selasa dini hari.

"Bapak Uskup (Uskup Agats Mgr Aloysius Moerwito) meminta kami untuk mendata umat yang terdampak musibah kebakaran ini. Kami belum tahu nanti tindaklanjutnya seperti apa, tentu akan dikoordinasikan antara Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi/PSE dengan Uskup. Yang jelas, kami berharap Keuskupan Agats juga akan memberi bantuan tidak saja kepada umat Katolik yang terdampak tetapi juga menjangkau umat beragama lain yang terdampak mengingat situasi ini cukup berat bagi para korban," kata Pastor Linus.

Dia menambahkan, hingga kini kondisi di lokasi bekas kebakaran itu masih cukup panas dan tersisa hanya puing-puing bekas kebakaran.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Kebakaran yang menghanguskan perumahan dan tempat usaha itu menyebabkan 3 warga terluka.

"Terdapat 3 korban luka-luka. Ketiga korban setelah mendapat perawatan di RSUD Agats kemudian kembali pulang ke rumah keluarganya di Jalan Dolog Agats. Untuk jumlah bangunan yang terbakar dan kerugian materiil masih dilakukan pendataan di TKP," kata Kamal melalui keterangan tertulisnya.

Kamal menjelaskan ketiga korban adalah Safura (42) yang mengalami luka bakar di tangan dan kakinya, Randi (20) dengan luka bakar di tangan, kaki dan bagian wajah serta Resky (10) dengab kuka di bagian tangan, kaki dan punggung.

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Kamal, kejadian itu terjadi pada 02.30 WIT. Kamal mengatakan saksi bangun dari tidurnya dan melihat ada api yang sudah menyala dari kabel listrik yang menyambungkan rumah dengan kios 7 distrik.

Kemudian, saksi melihat api sudah membakar dinding kios dan berteriak minta tolong. Namun api tidak mampu dipadamkan.

"Api merambat dengan begitu cepat membakar dinding bangunan yang terbuat dari papan kayu dan tripleks sehingga saksi dan tetangga tidak dapat memadamkan api," terangnya Personel Polres Asmat dibantu oleh aparat TNI akhirnya dapat memadamkan api pada pukul 09:00 WIT. (ds/sumber antara/CNN)

Artikel Terkait :

-