press enter to search

Rabu, 11/12/2019 03:10 WIB

Potret Kemiskinan, Bayi Diberi Kopi Akibat Orangtua Tak Mampu Beli Susu

Redaksi | Rabu, 18/09/2019 10:06 WIB
Potret Kemiskinan, Bayi Diberi Kopi Akibat Orangtua Tak Mampu Beli Susu Bayi di Polewali Mandar minum kopi. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Masalah kemiskinan di Indonesia selalu mengiris hati. Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan menjadi alasan orang miskin melakukan hal tak wajar.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pasangan suami istri terpaksa memberikan kopi buat bayinya yang baru berusia 14 bulan. Kopi itu diberikan lantaran kedua orangtua bayi itu tak mampu membeli susu. Berikut fakta-faktanya:

Diberikan Sejak Usia Enam Bulan

Nasib malang dialami bayi 14 bulan Hadijah Haura. Dia terpaksa minum kopi setiap hari sebagai pengganti susu.

Bayi pasangan Sarifudin dan Anita itu diberikan kopi sejak usia enam bulan. Setiap hari, Anita membuatkan kopi untuk Hadijah dalam botol susu. Sehari-hari, Hadijah bisa menghabiskan 1,5 liter kopi.

Upah Kerja Tak Cukup Beli Susu

Pasangan Sarifudin dan Anita mengaku terpaksa memberikan kopi kepada bayinya, Hadijah Haura. Alasannya lantaran keduanya tak mampu membelikan susu.

Sebab upah yang didapatkan sebagai pengupas daging buah kelapa hanya Rp 12.000-Rp 20.000.

"Tidak mampu beli susu. (Upah) bekerja sehari-hari tidak cukup (membeli susu)," ujar Anita, beberapa waktu lalu.

Merengek Bila Tak Diberi Kopi

Keputusan Sarifudin dan Anita untuk memberikan bayinya susu bukan tanpa alasan. Mereka melakukan hal tak wajar itu karena tak mampu membeli susu.

Anita mengaku, kopi diberikan setiap hari sebanyak empat kali. Bayi 14 bulan itu terus merengek bila tak diberi kopi.

"Setiap hari diberi kopi sebanyak empat kali, apalagi saat dia mau tidur, biasanya terus merengek kalau tidak diberi kopi," kata Anita, beberapa waktu lalu.

Anita dan suami bukan tak khawatir akan perkembangan anaknya. Akan tetapi pasangan ini tak bisa berbuat banyak.

Tanggapan Dinkes Polewali Mandar

Kabar bayi minum kopi telah sampai kepada Dinas Kesehatan Polewali Mandar. Dinkes pun langsung memberi bantuan kepada bayi 14 bulan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Suaib Nawawi mengatakan pemberian kopi pada balita bukanlah tindakan yang tepat. Kopi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi bayi.

"Selain mengandung kafein yang belum tepat diberikan pada anak usia balita, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan menyebabkan berbagai masalah seperti gizi buruk," katanya. (ds/sumber merdeka)

Artikel Terkait :

-