press enter to search

Kamis, 17/10/2019 18:13 WIB

Dengan Angkot Tua, Sopir Koasi Ini Kejar Setoran

Dahlia | Kamis, 19/09/2019 15:54 WIB
Dengan Angkot Tua, Sopir Koasi Ini Kejar Setoran Sopir angkot di Bekasi (foto:fahmi/aksi.id/BeritaTrans.com)

BEKASI (aksi.id) – Dengan angkot Koasi terbilang rombeng, Oman menjajakan jasa angkutan di rute Pasar Baru Bekasi Timur, Kota Bekasi, ke Jati Mulya, Kabupaten Bekasi.

Dari pekerjaan itu, Warga Jatimulya, Tambun Selatan, ini berpenghasilan Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per hari. Penghasilan itu didapatnya setelah setor Rp100.000 ke pemilik angkot, membeli bensin dan makan.

“Ya bersihnya (pendapatan) segitu. Tapi sering kurang juga sih,” ungkapnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, kemarin.

Pria itu mengaku pendapatannya sedikit karena bersaing dengan angkot lainnya dan ojek online. “Mana mobilnya saya usah kayak gini,” ujarnya sambil angkotnya yang terbilang rombeng.

Dia mengatakan “harusnya diperemajain angkot ini, jangan sampai rombenglah, jadi harusnya dicari solusinya kayak daerah bogor, misalnya angkot tahun tua tapi diperbaiki lagi, tapi masih bisa KIR gitu, jadi jangan dirazia ditangkepin tapi bisa keluar lagi gitu.”

Karena, dia meminta kepada pemda dan koperasi angkot  berembuk mengambil kebijakan yang baik mengenai armada angkot yang semakin tua dan tidak layak dibuatkan KIR.

Armada Koasi tahun pembuatan 2003 untuk di kabupaten Bekasi boleh mendapatkan KIR sedangkan untuk masuk daerah Kota tahun segitu sudah tidak diizinkan dan tidak mendapatkan KIR.

8192019123544

Namun untuk Bekasi Kota banyak sekali Koasi dengan tahun pembuatan di bawah itu. Untuk trayek Pasar Baru Bekasi Timur sampai Jatimulya saja ada 30 unit.

Supir menuturkan angkot ini ada kir. “Ya harusnya dibagusinlah lagi, CC-nya digedein lagi supaya lebih cepat jalannya”

Dia berharap juga agar koasi bergabung menjadi OK Trip seperti Jakarta.

“Kalau bisa pemerintah berembuklah bersama pengusaha angkot ini kalau bisa pemerintah ngajukan ke dealer bikin angkot model terbaru kemudian pengusaha beli lagi.”Tambahnya.

Ia berharap pihak-pihak terkait agar dapat memikirkan masa depan supir angkot dan unitnya yang sudah mulai rombeng yang berjalan lambat dan mulai tersaingi grab car, gojek car.

“Selama ini kita sesama Koasi kadang kejar-kejaran narik penumpang, kebut-kebutan kan nanti jadinya celaka,” keluhnya. (fahmi).