press enter to search

Sabtu, 19/10/2019 22:31 WIB

Pemkot Bekasi Minta Dana Rp718 Miliar ke DKI Sebagai Kompensasi Bau Sampah

Redaksi | Jum'at, 20/09/2019 11:02 WIB
Pemkot Bekasi Minta Dana Rp718 Miliar ke DKI Sebagai Kompensasi Bau Sampah Sampah di TPST Bantargebang. (ist)

BEKASI (Aksi.id) - Sebagai kompensasi bau sampah TPST Bantargebang yang dihirup warga, Pemkot Bekasi, Jawa Barat mengajukan anggaran dana hibah Rp367 Miliar. Selain itu, Pemkot Bekasi juga mengajukan dana kemitraan sebesar Rp351 miliar.

Dengan demikian, Pemkot Bekasi mengajukan dana hibah ke DKI Jakarta dengan total Rp718 milar di tahun 2020.

Kepala Bappeda Kota Bekasi Dinar Faizal Badar di Bekasi mengatakan usulan pengajuan dana hibah tersebut telah dikirim ke Pemprov DKI Jakarta melalui bagian kerja sama pemerintah daerah.

"Belum ada informasi berapa nilai dana hibah yang akan disetujui," kata Dinar, Jumat (20/9/2019).

Dinar menjelaskan usulan kompensasi bau sampah Bantargebang untuk kebutuhan uang bau dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 18.000 keluarga terdampak dengan nilai Rp 900 ribu yang diberikan setiap tiga bulan sekali.

Selain itu, ada hibah kompensasi untuk kepentingan pembangunan infrastruktur di wilayah Bantargebang, masalah kesehatan, dan lainnya. Nilai yang diusulkan ini sesuai dengan jumlah tonase sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang yaitu 7.000 ton setiap hari.

"Kalau dana kemitraan untuk pembangunan infrastruktur di luar Bantargebang, tapi masih ada hubungannya dengan DKI Jakarta," kata dia.

Ia menyebut ada sekitar 21 kegiatan yang diusulkan paling banyak untuk pembangunan jalan. Namun, menurut informasi yang didapat, DKI akan mengalokasikan hibah ke Kota Bekasi Rp 406 miliar menurun dari tahun ini sebesar Rp 750 miliar.

"Belum dapat memberikan tanggapan, karena kami belum menerima informasi resminya," kata Dinar. (ds/sumber antara)