press enter to search

Sabtu, 23/11/2019 02:52 WIB

Gempa Ambon Maluku Makan Korban 23 Jiwa, Presiden: Pemerintah Tanggung Biaya

Redaksi | Jum'at, 27/09/2019 14:41 WIB
Gempa Ambon Maluku Makan Korban 23 Jiwa, Presiden: Pemerintah Tanggung Biaya Gempa di Ambon Maluku. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Presiden Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Mornado dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan sejumlah langkah penanganan pasca gempa bumi 6,8 SR di Ambon, Maluku.

Jokowi mengatakan, sudah dua kali mencoba menghubungi Gubernur Maluku Murad Ismail, namun tidak tersambung. Meski demikian, Jokowi telah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB Doni Monardo bahwa gempa di Ambon menewaskan 23 orang, ratusan luka, dan ribuan mengungsi.

"Saya juga ingin menyampaikan atas nama pribadi dan pemerintah mengucapkan duka cita yang mendalam atas gempa yang di Ambon," kata Jokowi sesudah menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (27/9/2019).

Jokowi memerintahkan Kepala BNPB dan Menteri Sosial untuk bergerak ke lapangan. Seluruh keluarga korban meninggal akan mendapatkan santunan dari pemerintah. Sementara perawatan seluruh korban luka akan ditanggung pemerintah.

"Terkait kerusakan fisik akibat gempa masih dilakukan pendataan secara detail, tapi kemarin saya terakhir mendapat laporan kira-kira 100 lebih sedikit rumah yang rusak," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mencatat hingga Kamis (26/9), pukul 21.53 WIT, total korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 6,5 mencapai sebanyak 23 orang.

"Korban meninggal tertinggi diidentifikasi di Kabupaten Maluku Tengah, sebanyak 14 orang," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam siaran pers, Jumat (27/9/2019).

Selain itu ditemukan di Kabupaten Maluku Tengah, korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon, sebanyak enam orang, dan Kabupaten Seram Bagian Barat tiga orang.

"BPBD setempat juga melaporkan bahwa lebih dari 100 orang menderita luka-luka. Korban luka disebabkan reruntuhan bangunan pascagempa," ujar Agus. (ds/sumber antara/CNBC)