press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 01:10 WIB

Penjaga Pintu Perlintasan Kereta Api Kesal dengan Pengendara yang Menerobos

Redaksi | Jum'at, 27/09/2019 16:30 WIB
Penjaga Pintu Perlintasan Kereta Api Kesal dengan Pengendara yang Menerobos Pengendara yang menerobos pintu perlintasan yang sudah ditutup (foto:ahmad)

CIBITUNG (BeritaTrans.com) - Kelancaran perjalanan kereta api tak lepas dari tugas berat petugas penjaga pintu perlintasan, terutama pada saat jam-jam sibuk yang padat kendaraan melewati rel.

Jumani (55), adalah salah satu petugas penjaga pintu perlintasan kereta api di Jalan Raya Bosih, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menceritakan tentang kisahnya bertugas menjaga keselamatan.

Dia mengaku paling kesal bila pengendara yang nakal dengan menerobos pintu yang sudah ditutup. "Kalo ngeliat orang nekat kayak gitu, keselnya bukan maen. Kalo ketabrak kereta, dia juga yang mati. Keluarganya kehilangan," tuturnya.

pintu 3

"Saya paling kesel sama pengendara yang menerobos dan tidak sabaran untuk menunggu kereta lewat, si pengendara menaikkan pintu agar dia bisa lewat dan kadang diikuti pengendara lainnnya, padahal ada pasalnya apabila pintu sudah tertutup lalu dibuka akan kena denda Rp50 juta, apalagi bila keadaan sedang macet wah bisa stress saya, tapi tetap harus bersabar untuk mengatur kendaraan yang masih di tengah perlintasan agar kosong dari rel," ujarnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id.

 

Pintu perlintasan ini diberi kode dengan nama PJL 101. Bila ada kereta akan lewat dia akan diberitahu melalui alat komunikasi dari penjaga perlintasan dari arah timur ataupun barat

"Dulu pernah kejadian mobil tertabrak kereta, alat komunikasi lagi tak berfungsi dan juga sudah kibarkan bendera merah karena ada mobil pengangkut kayu yang mogok persis di tengah perlintasan kereta," ujarnya.

Karenan kereta sudah dekat, dia menyuruh sopir turun dan menjauh. Terjadilah mobil tertabrak kereta. Walaupun tidak ada korban jiwa tapi perjalanan kereta jadi terganggu dan juga kerugian materil. "Ngeliatnya horor banget, katanya.

pintu 2

Pos jaga perlintasan kereta ini adalah tanggung jawab dan perawatannya berada di tangan Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi bukan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Saya bukan pegawai dari PT KAI tapi dari Dishub Kab Bekasi, kami semua ada sembilan orang yang jaga perlintasan secara bergantian atau shift setiap enam jam ada pergantian, untuk yang dua orang adalah bagian perawatan alat-alat perlintasan," ungkapnya, "Saya mengimbau pada para pengendara untuk berhenti sebentar, dahulukan kereta lewat dan jangan menerobos pintu perlintasan," katanya sambil memencet tombol untuk menutup pintu perlintasan dari posnya karena ada kereta akan lewat. (ahmad)

Artikel Terkait :

-