press enter to search

Minggu, 20/10/2019 09:52 WIB

KCIC Gandeng STTD dan API Rekrut Masinis

Dahlia | Selasa, 01/10/2019 22:36 WIB
KCIC Gandeng STTD dan API Rekrut Masinis Foto: istimewa(Tribunnews)

JAKARTA (aksi.id) – Manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menggandeng STTD dan API dalam merwkrut masinis.

Rekrutmen itu karena KCIC membuka lowongan kerja masinis untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan beroperasi pada 2021.

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan rekrutmen sedang proses dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan Politeknik Perkeretaapian Indonesia (API).

“Spesifikasi butuh yang punya pengetahuan tentang kereta. Hanya itu saja, kalau yang lainnya yang umum baru bisa untuk umum, misalnya pelayanan di stasiun. Jadi masinis Operation Control Center (OCC) maintenance trase dan kereta,” katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (01/10/2019).

Rekrutmen menurutnya akan dimulai tahun ini. Karena untuk pelatihan membutuhkan waktu lebih dari setahun. Sehingga begitu rekrut pada saat kereta datang, bisa dites semua.

“Harapan 3-4 bulan udah bisa dioperasikan udah aman baru harapannya perhubungan bisa keluarkan layak operasinya,” katanya.

Jumlah masinis yang akan direkrut sebanyak 36 orang. Kemudian untuk control center dan pemeliharaan akan rekrut banyak orang. “Untuk yang khusus ada spesifikasi yang harus berpengalaman,” katanya.

Proyek ini ditargetkan konstruksinya selesai akhir 2020, dan diharapkan bisa beroperasi pada pertengahan 2021. Namun, target operasi ini bisa berpeluang molor hingga semester II-2021.

Girder pertama

Sebelumnya diberitakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. Manajemen KCIC mulai pemasangan girder pertama yang merupakan bagian dari struktur layang atau elevated pada proyek ini.

Prosesi peletakan girder pertama tersebut dilaksanakan di casting yard 1 proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, di Km 26 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Senin (30/9/2019).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin, Direktur Utama (Dirut) PT KCIC Chandra Dwiputra, Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, beserta jajaran direksi BUMN.

(omy/foto: tribunnews.com).