press enter to search

Kamis, 21/11/2019 13:29 WIB

Pelayanan KRL Pasti Mampu Sajikan Kenyamanan

Dahlia | Senin, 07/10/2019 10:47 WIB
Pelayanan KRL Pasti Mampu Sajikan Kenyamanan Foto:istimewa

BEKASI (aksi.id) – Bertarif murah dan waktu tempuh lebih cepat, KRL menjadi primadona warga Bodetabek untuk hilir-mudik ke Jakarta. Namun keunggulan itu tak lantas diiringi pelayanan dengan nyaman.

Murahnya tarif KRL karena subsidi pelayanan publik (PSO) dari APBN kepada kereta perkotaan, termasuk kereta rel listrik (KRL). Kebijakan ini diambil untuk mendorong masyarakat mau beralih dari angkutan pribadi ke angkutan massal.

962019174616

“Kalau angkutan kota lebih banyak kebijakan ekonomi mengatasi kemacetan, kalau kita lepaskan subsidi (kereta perkotaan) mungkin (masyarakat) akan kembali ke motor,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dari Bogor hingga Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019).

Besaran subsidi yang digelontorkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk kereta perkotaan tahun 2019, yakni Rp 2,3 triliun. Sebesar Rp 1,6 triliun di antaranya untuk subsidi penumpang KRL.

Zulfikri menilai besaran subsidi tersebut untuk menutupi kerugian yang dibebankan kepada masyarakat sebagai imbas dari kemacetan yang ditaksir sekitar Rp 65 triliun. “Kami berikan subsidi besar di sini, agar ada shifting (peralihan) ke angkutan publik yang lebih efisien, apa yang diperoleh pemerintah adalah nilai keekonomian,” katanya.

Sangat besarnya subsidi APBN kepada KRL Jabodetabek, semestinya juga lebih mempertimbangkan standar pelayanan minimum. Fakra memperlihatkan pengguna jasa KRL masih selalu mendapatkan kualitas, yang membutuhkan penyempurnaan.

Antre panjang masuk stasiun, serta berdesakkan di peron dan dalam kereta menjadi pemandangan di hari kerja, terutama jam sibuk. Dalam kondisi seperti itu maka gesekan sosial mudah meletup.

BeritaTrans.com dan Aksi.id, Jumat (4/10/2019), menyempatkan naik KRL dari Stasiun Bekasi. Berjejalan di dalam angkutan masaal tersebut. Dari stasiun itu, kereta melaju kemudian berhenti ke stasiun selanjutnya yaitu Stasiun Kranji.

Tidak ada satu orang pun turun dan dapat naik di kereta itu. anya berhenti membuka tutup pintu dan melanjutkan perjalanan. Begitu seterusnya melewati stasiun Cakung dan Klender Baru.

Sesampainya di Stasiun Buaran sejumlah penumpang turun. Namun banyak juga penumpang yang naik. Akibatnya himpitan di dalam kereta tak jadi berkurang. Hal yang sama juga terjadi di Stasiun Klender.

Sesampainya di Stasiun Jatinegara tampak penumpang turun untuk selanjutnya transit di stasiun Manggarai. Terlihat penumpang keluar kereta, namun kembali dipadati oleh penumpang dari Jatinegara ke Jakarta kota. Penumpang pun kembali berjejalan.

Salah satu penumpang, Dahlia, mengatakan “kereta ini alat transportasi yang termurah Rp.3000 sudah sampai tujuan dan efisien juga, tapi ya kalau pagi selalu berdesakan begini.”

Dia mengaku yakin pemerintah dan PT KAI kelak akan mampu menyediakan pelayanan KRL dengan mengedepankan kenyamanan. “Yang saya maksud nyaman adalah penumpang nggak harus tiap hari berjejalan,” cetusnya.

Dia berharap kenyamanan itu hadir setidaknya setelah double double track kereta dioperasikan. “Pemerintah dan PT KAI pasti bisa kok menyediakan kereta yang nyaman kepada penumpang, terutama untuk kami, yang perempuan ini,” ujarnya. (fahmi/awe).

Keyword Kereta KRL